Carian
Segala Hal Bisa Dijadikan Bahan Cerita 
September 6, 2023 Arifin

Darimana seseorang dapat membuat cerita? Adakah harus rumit, sophisticated, tingkat tinggi? Tentu pilihan ada pada seseorang mengenai awal semula dalam membuat cerita.

Namun, tahukah Anda bahwa segala hal bisa dijadikan bahan cerita. Dari hal yang dekat dan terjadi di keseharian. Hal tersebut menguntungkan adanya bagi pencerita. Mengapa? Karena pencerita dapat mengindrai serta mengetahui seluk beluk serta detailnya.

Dari hal yang dekat serta keseharian ini, lalu dapat dikaitkan dengan konsep lainnya, sehingga menjadi cerita yang unik. Di samping itu apa yang dekat serta keseharian, bagi Anda mungkin biasa-biasa saja, tapi bagi orang lain dapat menjadi luar biasa.

Slice of life, terlihat sederhana, namun dapat mengena di banyak orang. Ambil contoh, Burhanuddin Radzi mengaku ide cerita Upin & Ipin berasal dari istri dan dirinya. “Saya ini anak kampung. Istri besar di daerah bandar (kota). Dia tidak tahu permainan anak-anak kampung. Saya waktu kecil memainkan permainan-permainan tradisional. Ceritanya berkembang dari situ. Istri saya yang membuat skripnya. Saya kembangkan dengan tokoh-tokoh,” jelas pemilik Les’ Copaque Burhanuddin Radzi seperti dilansir majalah Tempo.

Segala hal bisa dijadikan bahan cerita. Bahkan hal yang bagi manusia dianggap sebagai benda mati. Bukankah dikenal majas personifikasi? Dimana pengumpamaan (pelambangan) benda mati sebagai orang atau manusia.

Kuncinya adalah hadirkan sudut pandang, bagaimana bila sang pencerita menjadi benda mati tersebut. Mau praktik langsung? Cobalah buat cerita dari benda mati yang berada di jangkauan pandangan matamu. Cobalah resapi, bayangkan, bagaimana perasaan, pikiran, benda mati tersebut.

Empati serta pertukaran sudut pandang, juga dapat menjadi unik. Seperti misalnya binatang atau tumbuhan yang bagaimana kiranya jika “melihat” manusia.

Seperti cerpen dalam Filosofi Kopi dari Dewi Lestari yang berjudul Rico de Coro. Mengisahkan keluarga kecoa yang tinggal dalam lemari di rumah sebuah keluarga. Seekor kecoa bernama Rico, jatuh cinta pada seorang gadis yang takut kecoa di keluarga itu. Cintanya tak berakhir bahagia. Rico rela mati agar gadis itu tak takut lagi.

Simak pula petikan puisi berikut dari Sapardi Djoko Damono:

Ia tak pernah berjanji kepada api

untuk mengembalikan pohon

kepada burung

Komen