Arifin Diterbitkan 21 September 2023

Menelusuri Jejak Sejarah Di Strait Of Melaka 

The Magical Korea-ASEAN Cultural Heritage Immersive Experience dihelat di Museum Nasional Indonesia beberapa waktu lalu. Pada sajian imersifA ini merupakan pengalaman menyaksikan keindahan warisan budaya Korea dan negara-negara ASEAN yang telah diakui UNESCO, dalam rangka peringatan hubungan diplomatik Korea-Indonesia sekaligus menyambut KTT ASEAN 2023.

Untuk Malaysia, perjalanan digital dalam ruang imersif yakni Strait of Melaka. Kota bersejarah Melaka merupakan kota tertua di Malaysia. Di Strait of Melaka terdapat alun-alun bergaya Belanda abad ke-17. Dikelilingi oleh sekelompok bangunan terakota yang terang. Yang terkenal di antaranya yakni Gereja Kristus, Menara Jam Tuan Beng Swee, Stadthuys, yang dulunya merupakan kediaman Gubernur Belanda.

Gereja Kristus merupakan Gereja Protestan tertua yang masih berfungsi di Malaysia. Didirikan pada tahun 1753, bangunan ini memiliki semua ciri khas arsitektur Belanda abad ke-18: denah persegi panjang, tembok besar, alas granit merah, dan genteng Belanda. Saat ini, tempat ini terus berfungsi sebagai tempat ibadah bagi umat Anglikan di Melaka, serta menjadi landmark ikonik yang menarik pengunjung dari berbagai penjuru.

Lalu tepat di seberang Alun-Alun Belanda terdapat Sungai Melaka yang begitu indah. Dulunya dijuluki “Venesia dari Timur” karena kepentingan strategisnya bagi para pedagang. Kini kota ini menawarkan pemandangan tenang bangunan kolonial, ruko kuno, pemukiman lokal, dan jembatan kuno.

Lalu terdapat reruntuhan Porta De Santiago, sebuah benteng besar yang dikenal pula sebagai A’Famosa. Dibangun pada tahun 1511 oleh Portugis, untuk mengkonsolidasikan kemajuan mereka setelah kekalahan Kesultanan Melaka pada tahun itu. Serangkaian meriam mengelilingi benteng, menunjukkan volatilitas periode tersebut. Penaklukan Belanda atas Melaka pada tahun 1641 menyebabkan A’Famosa rusak parah dan kemudian dibangun kembali oleh penjajah baru kota tersebut.

Kota Melaka yang bersejarah: monumen hidup bagi pertukaran yang ramai antara Eropa, Timur Tengah, dan Asia yang pernah dikembangkan oleh pelabuhan-pelabuhannya. Kekayaan warisan budaya berwujud dan tak berwujud terkandung dalam lanskap kota yang unik.