Carian
Menilik Sistem Penanggalan Dengan Membaca Alam 
September 25, 2023 Arifin

Ku percaya alam pun berbahasa

Ada makna di balik setiap pertanda

Demikian petikan lirik dari lagu Firasat ciptaan Dewi Lestari. Bagaimana Anda memaknai lirik tersebut?

Masih dari ‘membaca alam’ yang diungkap melalui lirik lagu, simaklah lirik lagu Lihatlah Lebih Dekat.

Mengapa bintang bersinar?
Mengapa air mengalir?
Mengapa dunia berputar?
Lihat segalanya lebih dekat
Dan kau akan mengerti

Tentu masih banyak contoh lainnya, dimana para musikus mesra dengan alam, serta menyertakan perlunya untuk ‘membaca alam’.

Lalu dalam dikenal falsafah Minangkabau dikenal ‘Alam Takambang Jadi Guru’ – ‘Alam Terkembang Menjadi Guru’; yang dapat dimaknai melihat semesta sebagai sumber pengetahuan dan nilai adab untuk kehidupan.

Membaca alam sendiri merupakan kearifan, pengetahuan yang telah turun-temurun. Seperti sistem penanggalan yang berdasarkan membaca alam. Salah satu pengetahuan penting dalam bertani adalah pengenalan atas musim. Sejumlah komunitas petani tradisional di Indonesia menandai kondisi alam, seperti angin, hujan, kemarau, dan benda-benda langit seperti bulan, bintang, serta matahari.

Seperti dilansir Museum Nasional Indonesia, petani di Jawa mengenal pranata mangsa, yaitu sistem penanggalan dari kecermatan petani dalam membaca tanda-tanda alam, seperti terik matahari, pergerakan awan, dan kehadiran atau menghilangnya hewan-hewan tertentu.

Sistem penanggalan ini tidak hanya digunakan untuk kegiatan bercocok tanam, tetapi juga dipakai oleh nelayan dalam aktivitas melaut. Dengan menggunakan penanggalan, nelayan akan mengetahui waktu terbaik untuk melaut, saat ikan melimpah, dan bahkan mampu menghindari saat-saat buruk untuk melaut.

Komen