Carian
Menelaah Peribahasa ‘Buah Jatuh Tidak Jauh Dari Pohonnya’ 
September 27, 2023 Arifin

Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya – pernah mendengar peribahasa tersebut? Hal tersebut jika ditilik dan ditelusuri menurut hemat saya ada kaitannya dengan keterpaparan, interaksi.

Seorang anak belajar menggunakan panca indranya. Dalam hal ini pengaruh dari orang tua dapat begitu jauh, dikarenakan menjadi role model, serta anak pun belajar secara eksplisit dan implisit.

Anak-anak semasa pertumbuhannya akan melihat contoh terdekat, yakni orang tua. Dari cara berbicara, pemilihan kosakata, ekspresi, sifat, hingga makanan yang disukai dan tidak. Biasanya anak-anak akan mengamati orang tuanya dan menirunya. Anak merupakan peniru ulung.

Anak belajar misalnya dengan ikut serta kegiatan yang dilakukan orang tuanya. Mengakrabkan diri dengan komunitas karya dari profesi yang diikuti orang tuanya. Di samping itu, anak pun telah terbiasa untuk mengindrai orang tuanya terkait profesi yang dilakoninya. Perbincangan di keluarga pun, dalam berbagai bobot, terkait dengan aktivitas karya orang tua.

Tambahkan pula “bumbu” validasi serta mentoring. Sejak dini, minat dan bakat anak telah tervalidasi serta diapresiasi di lingkup keluarga.

Lalu keahlian itu dapat lebih terampil, karena baik disadari atau tidak, orang tua menjadi mentor bagi anaknya. Misalnya, pada keluarga seniman tari, gerakan yang kurang tepat akan diluruskan oleh orang tuanya. Bisa pula pada keluraga ilmuwan, dimana percakapan di meja makan pun bisa menjadi perbincangan bedah ilmu.

Di samping itu, ada kecenderungan, orang tua akan mengajarkan hal yang dirinya begitu ahli. Misalnya keluarga olahragawan, maka motorik dari anak kemungkinan telah terbiasa untuk digerakkan, dilatih.

Lalu tambahkan juga dalam unit analisa, jaringan yang dimiliki orang tua. Sebagai makhluk sosial, orang tua pun memiliki jaringan yang luas. Maka tak mengherankan pada lanskap politik di berbagai negara, dinasti politik terjadi.

Komen