Haruskah Kita Mahir Di Berbagai Bidang?
Arifin
Harry Potter begitu terampil ketika bermain Quidditch. Ada DNA dari ayahnya yang turut ambil bagian, serta bakat disana. Seperti itukah pada beberapa bidang, ujian, ada hal-hal dimana diri unggul, sedangkan di bidang lainnya biasa saja atau malah agak kurang?
Timbul pertanyaan, haruskah kita mahir di berbagai bidang? Dapatkah kita fokus, tekun, pada bidang tertentu keahlian saja?
Haruskah kita mahir di berbagai bidang? Menurut hemat saya, jawabannya ya dan tidak. Ya, dikarenakan dalam kehidupan; becus, kemampuan di berbagai bidang diperlukan. Untuk menghasilkan karya yang baik, unggul, diperlukan keahlian multidimensi
Pahami salah satu premis yang ditawarkan pada buku “Originals: How Non-Conformists Move the World” yang ditulis oleh Adam Grant. Pada buku tersebut termaktub studi yang membandingkan para ilmuwan pemenang Hadiah Nobel dari tahun 1901 hingga 2005 dengan rekan-rekan mereka yang sama berprestasinya tapi tidak memenangkan Hadiah Nobel.
Dari studi tersebut berusaha mengidentifikasi beberapa keterampilan, sifat, pendekatan yang membedakan para pemenang Hadiah Nobel dan apa saja yang membawa karya mereka ke tingkat berikutnya.
Ternyata terdapat kesimpulan bahwa para pemenang Nobel, memiliki kecenderungan untuk mencoba bidang-bidang lain. Para pemenang Nobel biasanya terlibat dalam musik, seni, kerajinan, menulis, theatrical arts.
Orang-orang yang memiliki minat yang bervariasi dalam rentang yang lebih luas dari usaha kreatif dapat melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda. Ide-ide, inovasi-inovasi dari bidang tersebut, itu bisa dibawa juga ke karya yang sedang mereka kerjakan.
Di sisi lain, ketika saya menawarkan jawaban tidak untuk pertanyaan ‘Haruskah kita mahir di berbagai bidang?’ – hal itu dikarenakan ada begitu banyak bidang di hidup ini. Adalah mustahil bagi Anda untuk menjadi begitu terampil di bidang yang amat banyak, paling logis di bidang-bidang tertentu saja. Lagian dengan keterbatasan waktu, tentu Anda tak dapat mendalami ragam keahlian tertentu.
Dalam hal ini, Anda dapat mendelegasikan kepada mereka-mereka yang ahli di bidang tersebut. Kekurangterampilan di bidang tertentu, bila ditelaah, dapat terjadi karena kurang terstimulasi saja, serta opportunity cost terhadap waktu yang dimiliki.
Menyadari ada yang ahli di bidang lainnya juga membuat diri dapat lebih rendah hati, mengapresiasi para ahli yang telah berdedikasi mengasah keterampilannya bersama waktu.
Tak terampil di bidang tertentu pun tak masalah sebenarnya. Mungkin Anda telah mencobanya terus-menerus, namun tak kunjung mencapai titik ahli. Paling tidak Anda telah mencoba, tahu, serta mencicipi pengalaman di bidang tersebut.