Membaca Pertanda Alam
Arifin
Tahukah Anda tentang kata “titen”? Kata “titen” merupakan bahasa Jawa yang memiliki makna sebagai kemampuan atau kepekaan membaca tanda-tanda dari alam.
Lalu, seperti dilansir Museum Nasional Indonesia, petani di Jawa mengenal pranata mangsa, yaitu sistem penanggalan dari kecermatan petani dalam membaca tanda-tanda alam, seperti terik matahari, pergerakan awan, dan kehadiran atau menghilangnya hewan-hewan tertentu.
Sistem penanggalan ini tidak hanya digunakan untuk kegiatan bercocok tanam, tetapi juga dipakai oleh nelayan dalam aktivitas melaut. Dengan menggunakan penanggalan, nelayan akan mengetahui waktu terbaik untuk melaut, saat ikan melimpah, dan bahkan mampu menghindari saat-saat buruk untuk melaut.
Membaca pertanda dari alam juga dapat digunakan untuk mitigasi terrhadap bencana alam, seperti tsunami. Menurut Utami Pratiwi dalam Buku Pintar Penanggulangan Gempa Bumi, salah satu tanda akan terjadi bencana tsunami adalah surutnya air laut.
Surutnya air laut ini disebabkan oleh turunnya permukaan laut secara mendadak akibat gempa bumi, longsoran bawah laut, atau faktor lainnya. Akibatnya terjadi kekosongan ruang dan air laut tertarik. Ketika tsunami terbentuk, gelombang yang sangat besar datang dan menghantam area sekitar pantai.
Selain gempa bumi dan surutnya air laut, terjadinya bencana tsunami ditunjukkan oleh beberapa tanda alam yang tak biasa. Misalnya gerakan angin yang tak lazim dan perilaku hewan yang mencurigakan. Contohnya kelelawar yang biasanya tidur, mendadak aktif di siang hari.
Masih terkait membaca pertanda alam, kenaikan suhu global juga dapat terlihat. Dengan semakin cepatnya kenaikan permukaan laut, menyusutnya es laut, mundurnya gletser, dan peristiwa ekstrem seperti gelombang panas.
Lantas dengan membaca pertanda alam apa saja langkah yang dapat dilakukan? Dengan mengetahui hal tersebut menjadi alarm pengingat. Di samping itu sejumlah tindakan yang dapat dilakukan minimal dari diri untuk menghadirkan bumi yang lebih bersahabat serta laik ditinggali dari generasi ke generasi.