Di Pelabuhan Perasaan & Pikiran
Arifin
Lihat dirinya yang kembali menyongsong hari
Setelah gelap berlapis-lapis menyelubunginya
Lihat dirinya yang tertawa, meski masih tipis-tipis
Sebelumnya bak bejana yang menguras tangis
Di tangannya kini, ada bibit-bibit tanaman yang ditebarkannya ke tanah yang butuh
“Dahulu apa yang ku sentuh menjadi abu,” katanya
Dia yang kembali menatap cermin
Menggunakan pakaian terbaiknya
Aroma parfum yang bertaut
Sebelumnya, enggan ia melihat cermin
Hanya bayangan yang ditatapnya,
Bayangan yang berwarna hitam,
Memanjang, memendek, tak pernah presisi seperti ia seharusnya
Lihat dirinya yang bernyanyi kecil
Atau tangannya yang kembali melukis
Memahat kata di kertas
Ada masa, dimana suara-suara dalam kepalanya kian nyata, semakin mengganggu
Atau tangannya yang gemar menggenggam udara kosong
Tiap kita punya badainya masing-masing
Aku senang ia telah memulih
Sorot matanya menjernih
Di pelabuhan perasaan & pikiran
Ada yang kembali berlayar
Merelakan apa yang telah lewat
Melepaskan jangkar yang menjerat
Ku merasa lega
Kau merasa lega