Membaca & Menulis Jadi Lebih Semangat Karena Bersama-Sama
Arifin
Aneka tantangan semakin banyak ragamnya yang muncul. Termasuk tantangan dalam beberapa hari tertentu untuk membaca ataupun menulis. Pernahkah Anda mengikuti hal semacam itu?
Harus diakui suatu aktivitas, kegiatan baik, terkadang agak sulit untuk dikerjakan sendiri. Manusia sebagai makhluk sosial, maka pengaruh dari orang lain, lingkup sosial, juga dapat membiasakan konsistensi tersebut.
Maka berbagai kampanye untuk membaca bersama-sama, menulis bersama-sama, layak diapresiasi. Untuk membaca bersama-sama, ada banyak macamnya. Ada yang mengadakan membaca senyap bersama di tempat tertentu, ada dengan saling mewartakan ‘baca di mana saja’, ada dengan tantangan membaca 14 hari, dan sebagainya.
Untuk menulis secara bersama-sama, ada banyak macamnya pula. Seperti selama 1 bulan para pesertanya diminta untuk menulis secara konsisten tiap harinya, ada juga yang meminta peserta untuk konsisten menulis tiap hari dalam waktu tertentu lalu diunggah di media sosial, dan sebagainya.
Baik membaca, maupun menulis bersama-sama, dapat menjadi penyemangat serta pengingat. Bila terdapat kendala, para peserta lain dapat menyemangati, ataupun memberikan tips.
Lalu, misalkan telah tuntas merampungkan tantangan tersebut, akankah menjadi budaya membaca serta menulis yang terinternalisasi dalam diri? Tentu saja hal tersebut berpulang pada diri masing-masing. Di antaranya motivasi, serta kebermanfaatan yang dirasakan.
Paling tidak membaca, menulis secara bersama-sama tersebut memantik semangat, motivasi untuk diikuti. Untuk hasilnya, bila berhasil merampungkan tantangan, tentu ada perasaan senang, telah pungkas mengerjakannya. Setelah menyelesaikan ‘tantangan membaca bersama-sama’ apa yang dirasakan? Setelah menyelesaikan ‘tantangan menulis bersama-sama’, ada karya tertentu yang dihasilkan dalam rentang waktu challenge tersebut.