Carian
Beda Media Sosial, Beda Gaya Penulisan 
October 19, 2023 Arifin

Berbagai platform memungkinkan menjadi medium untuk menulis. Menulis pun dapat tampil dalam berbagai bentuk. Seperti panjang-pendeknya, ataupun gaya penulisannya.

Sebagai contoh, pada media sosial X (dahulu dikenal sebagai Twitter). Batas satu kiriman di X sejak 2017 adalah 280 karakter. Batas itu meningkat dua kali lipat dari batas sebelumnya yang sebanyak 140 karakter. Sekarang, X mengizinkan kiriman yang lebih panjang. Dengan batas karakter yang dapat dikirim, maka hal tersebut berpengaruh pada cara penyampaian, storytelling, dan sebagainya.

Batasan karakter yang dapat diunggah membuat seseorang memutar otak untuk menyampaikan pesan dengan saksama. Poin-poin apa saja yang ingin diwartakan, adakah perlu membuat utas saja, dan sebagainya.

Masih terkait media sosial, sebagai contoh Instagram. Terdapat takarir (caption) yang lazimnya berupa tulisan. Dikarenakan formatnya media sosial, maka ada baiknya untuk bijak dalam menata tulisan. Seperti seberapa panjang (tentu tak elok jika caption-nya begitu panjang serta padat dengan huruf), serta caption berupa tulisan dapat diganti dengan simbol tertentu. Di samping itu, unggahan, baik itu gambar ataupun video, dapat saling terkait dan melengkapi dengan caption.

Dengan menggunakan dua contoh media sosial tersebut (X dan Instagram) terlihatlah bahwa meski hulunya sama: tulisan, namun dalam eksekusinya dapat berbeda. Hal itu dikarenakan karakter dari media sosial yang ada, basis pengguna media sosial tersebut. Maka rumus one size fits all tak dapat digunakan. Melainkan melakukan sejumlah adaptasi, serta melihat keunggulan platform yang ada.

Maka kenali segala perangkat yang ada di media sosial, serta sekiranya konten tulisan macam mana yang cocok untuk media sosial tersebut.

Komen