Memanjangkan & Memendekkan Tulisan
Arifin
Tulisan hadir dalam berbagai platform, dengan kebutuhan masing-masing. Maka kerap terjadi keharusan untuk memanjangkan atau memendekkan tulisan. Baik panjang ataupun pendek, kesemuanya tergantung kebutuhan. Yang diperlukan adalah keterampilan dalam mengolah, baik ketika memanjangkan ataupun memendekkan tulisan.
Lalu apa saja tips yang dapat ditelaah dalam memanjangkan dan memendekkan tulisan? Hal yang pertama, kenali platform yang digunakan. Siapa pengguna dari platform tersebut, kebutuhan tulisan macam apa yang dibutuhkan. Tulisan lainnya di platform dapat menjadi referensi ketika dalam posisi perlu memanjangkan atau memendekkan tulisan.
Tips berikutnya, ketika memendekkan tulisan, carilah intisari, pokok dari tulisan. Maka pastikan hal tersebut tetap termuat ketika berupaya memendekkan tulisan. Bacalah kembali dalam proses mengedit, karena bisa jadi antarparagraf menjadi tidak nyambung serta ada logika yang terputus.
Tips berikutnya, ketika memanjangkan tulisan, kenali intisari, pokok dari tulisan. Maka ketika mengembangkan tulisan, fokusnya adalah memperkuat pokok tulisan itu. Berikan bukti, teori, contoh kasus, untuk memperkuat pokok tulisan.
Memperpanjang tulisan tak berarti, sekadar menambah huruf, kalimat, paragraf. Melainkan tetap pada kerangka besar intisari tulisan serta diperkuatnya hal tersebut. Kompas kendali tetap diperlukan agar tulisan tidak melebar kemana-mana, serta kehilangan fokus utama.
Tips lainnya ketika memanjangkan tulisan, catatlah poin-poin penting yang diperlukan. Dari poin tersebut dapat dilakukan pengayaan, pendalaman.
Tips lainnya, untuk memanjangkan tulisan dengan menggunakan pendekatan cerita (storytelling). “Cerita memanjangkan tulisan,” tutur wikipediawan Ivan Lanin. Galilah cerita yang relevan. Maka tak hanya sekadar memberi tahu, namun juga bercerita.
“Saya membayangkan saya sedang menceritakan tulisan saya kepada teman. Saat bercerita, kita sering melantur membicarakan hal lain atau membahas sesuatu dengan lebih detail,” saran dari Ivan Lanin penulis buku Recehan Bahasa: Baku Tak Mesti Kaku.