Memang Penting Punya ‘Catatan Harian’? 

November 2, 2023
Uncategorized

Arifin

Dalam berbagai formatnya, apa yang terjadi sehari-hari dapat diekspresikan. Apa untungnya mengekspresikan perasaan dan pikiran harian? Hal tersebut ternyata dapat menjadi terapi tersendiri. Di samping itu dapat menjadi tolok ukur serta evaluasi. Mengenali diri sendiri secara lebih mendalam juga dapat ditempuh dengan rutin mengeksperesikan perasaan serta pikiran harian.

Membuat ‘catatan harian’ juga dapat menurunkan tingkat depresi serta kecemasan. Di samping itu, seseorang memiliki keleluasaan untuk menulis apapun, kapanpun, tanpa perlu khawatir dihakimi dan dipersalahkan.

Masalah masa ke masa akan terlihat dari ‘catatan harian’ tersebut. Jika seseorang telah telaten, tekun, memulainya sejak lama, sesekali singgahlah pada ‘catatan harian’ era terdahulu. Teramat mungkin kekhawatiran, ketakutan yang dirisaukan tidak terjadi.

Dalam konteks serupa, sejumlah tokoh membuat memoar tentang perjalanan dirinya. Pencapaian, tantangan yang dihadapi, dan sebagainya. Anda pun dapat membuat memoar semacam itu, paling tidak untuk konteks diri sendiri.

Dengan algoritma, metode pengingat, terkadang apa yang terjadi beberapa tahun lalu diingatkan kembali di media sosial. Dari sana dapat becermin, mengukur diri, serta bersyukur.

Seseorang mungkin akan geleng-geleng kepala ketika membaca kembali ‘catatan harian’ dari dirinya berbilang tahun yang lalu. Kok bisa-bisanya terpikir begitu – mungkin itu yang ada di benak. Ataupun mengapresiasi kegigihan diri pada masa yang lebih muda.

‘Catatan harian’ bahkan dapat menjadi bahan karya serta kreativitas. Seperti ditunjukkan oleh penulis Ahmad Fuadi yang membuat novel Negeri 5 Menara dengan basis ‘catatan harian’ yang dimilikinya ketika menempuh pendidikan di pesantren Gontor.

© 2025 Amanz Media Sdn Bhd