Melibatkan Anak Dalam Menyiapkan Bekal Makanan
Arifin
Bekal bagi anak yang bersekolah di pagi hari, tak sekadar soal apa saja menunya, melainkan dapat menjadi begitu memorable nantinya. Anak yang akan mengingat sejumlah menu favorit yang biasa disiapkan orang tuanya.
Adakah itu yang Anda alami jika memutar mesin waktu wahai ayah-bunda? Mengingat kembali ketika masih jadi anak, menu yang disiapkan orang tua Anda di pagi hari.
Bekal serta sarapan bagi anak, penting kiranya untuk tumbuh kembang optimal. Maka perhatikan pula asupan gizi seimbang pada sarapan, serta bekal yang dibawa anak. Maka perencanaan dan persiapan perlu dilakukan, agar tak tergesa, serta telah memperhitungkan gizi seimbang pada menu sarapan dan bekal yang dibawa.
Perencanaan dan persiapan ini dapat dilakukan pada hari-hari sebelumnya. Misalnya dengan membeli buah, sayur, serta mereka-reka membawa bekal apa anak nantinya. Dalam hal ini, anak dapat dilibatkan, misalnya dengan dipantik pertanyaan mau membawa bekal apa untuk sekolah? Anak pun dapat dilibatkan dengan turut serta memilih buah, sayur, ataupun bahan untuk bekalnya.
Dengan melibatkan anak, hal tersebut sesungguhnya dapat menjadi pembelajaran pula bagi mereka mengenai makanan sehat serta menu gizi seimbang semenjak dini.
Lalu, dari bekal makanan yang dibawa ke sekolah, poin berikutnya yang dapat dipelajari anak kemudian yakni kerelaan berbagi. Ajarkan anak untuk rela berbagi bekalnya (tentu diperhitungkan pula kecukupan menu si anak dan bagian untuk berbaginya). Dengan begitu terdapat keterampilan sosial, komunikasi, persahabatan, yang dapat diasah dari kotak bekal anak.