Arifin Diterbitkan 14 November 2023

Di Balik Sebuah Makanan 

Sebuah makanan dapat tertaut dengan rangkaian koneksi serta memori. Makanan tertentu juga lekat dengan momen-momen tertentu. Seperti misalnya roti buaya dengan pernikahan, martabak sebagai makanan tengah ketika keluarga besar sedang berkumpul, atau jenama donat tertentu yang identik dengan makanan yang dibawa seseorang yang mau resign.

Makanan juga dapat menjadi identitas, baik itu suatu daerah, negara – ataupun memperlihatkan betapa telah bercampur baurnya rasa dalam suatu hidangan. Makanan yang mendapatkan pengaruh dari negeri jauh, lalu diadaptasi dengan kekhasan lokal.

Makanan juga dapat menjadi memori tersendiri. Makanan yang menjadi favorit seseorang yang telah berpulang, makanan yang disiapkan orang tua sebagai bekal ke sekolah, serta kenangan saat makan bersama keluarga ataupun sobat akrab.

Makanan dan memori, tak sekadar saat dihidangkan, bahkan dapat lebih jauh dari itu. Bisa dari ketika sedang membeli bahan-bahannya, saat sedang membuat makanannya, hingga kenangan hangat yang masih menguar ketika makan bersama.

Perihal makanan juga dapat menjadi pengalaman tersendiri. Ada banyak tempat yang dapat dijelajahi, dari yang di pinggir jalan hingga tempat yang mengharuskanmu berpakaian rapi untuk menyantap hidangan. Masing-masing memiliki arsip kenangannya tersendiri.

Pengalaman bersama makanan juga dapat berupa sejumlah hidden gem. Bagaimana menuju lokasi ke tempat makannya. Atau dapat pula tempat makan yang telah bertahan puluhan tahun, dari generasi ke generasi. Tak sekadar rasa masakannya yang mantap, melainkan ada nuansa sejarah yang didapatkan, serta kegembiraan bahwa Anda salah satu dari sosok yang pernah mencicipi hidangan yang telah melewati ratusan purnama tersebut.

Bercerita tentang makanan, dapat pula bertaut dengan filosofi untuk sehat. Betapa ada makanan-makanan yang dikonsumsi dalam kadar tertentu, bagaimana menyiapkan menu gizi seimbang dengan melakukan sejumlah kombinasi, dan sebagainya.