Labirin Di Matamu 

November 15, 2023
Puisi

Arifin

Mata, yang tak perlu kata-kata

Bicara dengan caranya

            Menjelajahi negeri jauh & negeri dekat

            Dari balik lensa kamera

            Mengumpulkan jepretan demi jepretan

            Tentang satu objek: mata

Atau, benarkah itu objek?

Jangan-jangan subjek?

Karena dari situ kau melancong ke pintu-pintu emosi & logika

Suatu kata kerja, mata manusia

            Dari mata, rasakan gelombang kehendak,

            Karsa

            Lapis emosi,

            Beberapa begitu tipis, seperti berjalan di es

            Beberapa tersembunyi, bak labirin yang tak kau ketahui dimana jalan keluarnya

Sebelum kata-kata itu tumpah ke pangkuan,

Mata telah bersabda,

Gelagat

            Mata yang terlelap tepat di jamnya

            Atau masih terjaga, tanpa kau tahu persis mengapa

Di lautan manusia

Mata, mata yang menatap, melihat, terlelap

            Jepretan demi jepretan

            Tiap mata punya ceritanya

Atau justru dirimu sebagai pelancong yang masih tersesat

Mencari mata, bak kunang-kunang yang menuntunmu pulang, menyusuri jalan setapak di kala malam pekat

© 2025 Amanz Media Sdn Bhd