Labirin Di Matamu
Arifin
Mata, yang tak perlu kata-kata
Bicara dengan caranya
Menjelajahi negeri jauh & negeri dekat
Dari balik lensa kamera
Mengumpulkan jepretan demi jepretan
Tentang satu objek: mata
Atau, benarkah itu objek?
Jangan-jangan subjek?
Karena dari situ kau melancong ke pintu-pintu emosi & logika
Suatu kata kerja, mata manusia
Dari mata, rasakan gelombang kehendak,
Karsa
Lapis emosi,
Beberapa begitu tipis, seperti berjalan di es
Beberapa tersembunyi, bak labirin yang tak kau ketahui dimana jalan keluarnya
Sebelum kata-kata itu tumpah ke pangkuan,
Mata telah bersabda,
Gelagat
Mata yang terlelap tepat di jamnya
Atau masih terjaga, tanpa kau tahu persis mengapa
Di lautan manusia
Mata, mata yang menatap, melihat, terlelap
Jepretan demi jepretan
Tiap mata punya ceritanya
Atau justru dirimu sebagai pelancong yang masih tersesat
Mencari mata, bak kunang-kunang yang menuntunmu pulang, menyusuri jalan setapak di kala malam pekat