Puisi Dan Sejumlah Alih Wahananya 

November 15, 2023
Uncategorized

Arifin

Belum lama ini saya mengikuti lomba puisi yang diadakan oleh koran yang terbit sejak tahun 1965. Para peserta selain mengirim puisinya dengan mengisi form secara digital, juga diharuskan untuk mengunggah puisi yang dibuat ke media sosial masing-masing.

Dengan tagar tertentu, saya pun dapat menelusuri puisi-puisi yang ikut serta dalam lomba tersebut. Salah satu benang merah yang saya dapatkan, bagaimana sejumlah alih wahana melengkapi puisi yang dibuat. Secara visual, ada yang menggambarkannya lewat foto tertentu, melalui ilustrasi. Lalu, ada pula yang menjadikan puisi sebagai aksi teatrikal. Di tengah keriuhan media sosial, puisi-puisi yang dikemas dalam berbagai wahana tersebut menyusup dan menyisip.

Puisi, sama seperti karya kreatif lainnya, memang dapat bersalin rupa dalam wahana-wahana lainnya. Alih wahana lainnya yang dikenal yakni musikalisasi puisi. Musikalisasi puisi diartikan sebagai puisi yang dinyanyikan dengan iringan musik yang sesuai.

Musikalisasi puisi telah kerap terjadi, mungkin Anda pernah menyaksikannya langsung, atau malahan Anda pernah mencoba melakukannya? Dalam konteks film, Ada Apa Dengan Cinta? memberikan wadah bagi ragam wahana puisi. Salah satunya musikalisasi puisi, seperti yang dilakukan Cinta pada puisi “Tentang Seseorang”.

Film sendiri merupakan wahana yang juga dapat digunakan sebagai medium penyampai puisi. Film seperti Ada Apa Dengan Cinta?, Istirahatlah Kata-Kata, Dead Poets Society, Kill Your Darlings, merupakan contoh di antaranya.

Puisi pun dapat bersimbiosis bersama fotografi. Hal tersebut, di antaranya ditunjukkan pada buku Tidak Ada New York Hari Ini, dimana puisinya karya M. Aan Mansyur, sedangkan fotonya karya Mo Riza. Buku Tidak Ada New York Hari Ini dikisahkan sebagai puisi dan foto Rangga untuk film Ada Apa dengan Cinta? 2.

Wahana untuk mengartikulasikan puisi juga masih ditemui dari sejumlah puisi di buku Tidak Ada New York Hari Ini. Puisi-puisi karya Aan Mansyur dalam buku tersebut dipersembahkan dalam format karya animasi, grafis, dan seni video. Serial ilustrasi puisi tersebut merupakan kolaborasi Miles Films dan OPPO Indonesia bersama empat ilustrator ternama: Pinot, Lala Bohang, Rhesa Aditya, dan Wulang Sunu.

© 2025 Amanz Media Sdn Bhd