Menikmati Perjalanan Dengan Ragam Moda Transportasi
Arifin
Seiring dengan promo, serta keinginan menjajal kereta cepat, keluarga kami mencoba Whoosh. Sebagai informasi, Whoosh mempunyai kecepatan operasional sampai 350 kilometer per jam. Kereta Cepat Whoosh dapat menempuh jalur sepanjang 142,3 km dengan waktu tempuh hanya sekitar 45 menit.
Dua kali kami mencoba Whoosh, dari Jakarta, serta dari Bandung (menggunakan kereta feeder menuju stasiun Padalarang). Untuk kali pertama, saya merasa agak pusing, ketika melihat jendela. Mungkin tubuh yang belum terbiasa. Secara umum, Whoosh nyaman dinaiki, dengan bangkunya yang lebar.
Ketika kali kedua, mungkin tubuh telah lebih terbiasa, melihat pemandangan dari jendela, di tengah Whoosh yang melaju cepat. Menurut perhitungan saya, sekitar 20 menitan waktu yang ditempuh antara stasiun Halim dan Padalarang.
Perjalanan memang memiliki banyak wajah, dimana salah satu wajahnya yakni kecepatan. Maka berbagai penemuan, teknologi, berusaha memenuhi keinginan kecepatan itu. Baik transportasi darat, laut, udara, mempertimbangkan kecepatan.
Wajah lain dari perjalanan serta transportasi yang dipilih, terkait dengan nuansa yang ditawarkan. Berkali-kali naik kereta api Argo Parahyangan (Jakarta-Bandung, dan sebaliknya) serta membandingkannya dengan Whoosh, ternyata ada nuansa unik dari perjalanan yang secara waktu lebih lama. Pemandangan yang dilihat, deru suara kereta, waktu yang ditempuh (memberikan kesempatan untuk bengong, pikiran berkelana kemana-mana; sedangkan di Whoosh, ada perasaan personal baru duduk, tak lama kemudian sampai).
Perjalanan, pilihan transportasi, serta nuansa yang ditawarkan. Mungkin itulah kiranya baik diri, maupun ketika mengajarkan kepada anak – perlu untuk mencoba aneka transportasi yang ada. Dengan begitu, memiliki arsip di kepala, pengalaman, serta memori. Mencoba berbagai transportasi, baik di darat, laut, udara; tentu dengan mempertimbangkan pula faktor keamanan.