Mencerna Apa Yang Dibaca 

November 30, 2023
Uncategorized

Arifin

Mohammad Hatta pernah berujar, “Membaca tanpa merenungkan adalah bagaikan makan tanpa dicerna.” Hatta tentu punya otoritas berkata tersebut. Ia sendiri memiliki ribuan koleksi buku bacaan. Mas kawin Hatta pun unik, buku karyanya sendiri Alam Pikiran Yunani.

Lalu, bagaimanakah kiranya perihal merenungkan serta mencerna isi dari suatu buku? Hal tersebut dapat dilakukan, di antaranya dengan menghidupkan budaya diskusi, serta saling berbagi pemikiran mengenai apa yang dibaca.

Dengan mendiskusikannya, maka pemahaman kita terhadap isi buku dapat diuji, dilihat dari sudut pandang lainnya. Bisa jadi kemampuan mencerna isi buku kita meleset. Hal ini dikarenakan jam terbang membaca, ataupun topik yang mungkin belum sepenuhnya kita pahami.

Dalam konteks keluarga, hal itu dapat dilakukan. Bagaimana anggota keluarga saling menceritakan sedang membaca buku apa sih. Maka selain melatih untuk mengartikulasikan apa yang dibaca, melakukan resume singkat, sekaligus dapat melengkapi pemahaman. Anggota keluarga pun akan dapat menyerap ilmu dari apa yang dibaca anggota keluarga lainnya.

Membaca, merenungkan, dan mencerna; hal tersebut ibarat “bercakap-cakap” tentang isi buku. Sebagai pembaca, seseorang dapat menolak pemikiran penulisnya, meragukan, atau menyetujuinya. Dengan demikian ada kerja aktif dari membaca. Membaca tak hanya sekadar pasif, menerima saja.

Mencerna apa yang dibaca, selain dapat dilakukan secara mandiri, juga dapat dilakukan secara berkelompok. Misalnya bergabung dengan klub baca tertentu. Di samping itu forum diskusi, ataupun pakar tertentu juga dapat membedah mengenai substansi dari suatu buku. Kepakaran dalam hal ini dapat membawa pada pengayaan.

Di samping itu sejumlah temu penulis, pembaca juga dapat bertanya langsung ataupun mendengarkan kisah di balik penulisan suatu karya.

© 2025 Amanz Media Sdn Bhd