Untukmu Yang “Overthinking”, Mari Berfokus Pada Solusi
Arifin
Orang-orang dapat mencegah overthinking atau memikirkan sesuatu berlebihan dengan berfokus pada mencari solusi dari masalah. Jangan fokus di masalah, namun lihat masalahnya apa, lalu solusinya bagaimana.
Tapi, jangan mencoba mengubah sesuatu yang tak bisa kita ubah. Contohnya, orang yang secara genetik cenderung memiliki kadar kolesterol darah tinggi, seperti orang dengan kelainan genetik hiperkolesterolemia familial, pertama-tama harus menerima kondisinya dulu.
Kemudian, berpikir cara agar kolesterol tersebut tidak menyebabkan terkena masalah kesehatan, seperti penyakit jantung koroner. Itu merupakan cara efektif untuk mengubah, serta tidak overthinking terhadap satu pikiran tertentu.

Overthinking lazimnya terjadi saat ada kecemasan atau pikiran berulang. Orang yang berada dalam kondisi tersebut, baiknya mendefinisikan apa yang sebenarnya dia pikirkan sesuatu yang nyata atau bukan.
Bila hal tersebut nyata, pikirkan apakah dapat diubah atau tidak. Dan bila tidak bisa diubah, apa yang dapat dilakukan.
Mari, kembali lakukan simulasi dengan contoh kasus, yakni pada wanita yang mengalami menopause agar mampu mengelola stres. Para wanita pertama-tama perlu menyadari bahwa menopause merupakan fase yang dialami oleh hampir setiap perempuan, sehingga dalam menjalani fase ini, dia tidak sendiri.
Sadari pula bahwa ada orang-orang terdekat yang bisa mendukung. Lalu kenali dan sayangi diri sendiri dengan segala kelebihan dan kekurangan yang dimiliki. Para wanita juga dapat mencari bantuan tenaga kesehatan profesional seperti psikolog maupun psikiater bila terdapat kesulitan dalam menjalani fase menopause.
Sumber: Antara