Dalam Waktu Sempit, Apa Saja Yang Bisa Dilakukan?
Arifin
Pernahkah Anda merasa bingung ketika berada dalam waktu yang relatif sempit. Misalnya, ketika menunggu transportasi publik, praktis hanya ada beberapa menit, lalu bingung mau melakukan apa. Nyatanya, baik ketika waktu lapang maupun waktu sempit, sesungguhnya kita dapat mengoptimalisasi untuk memaknainya.
Di waktu sempit, Anda dapat menggunakannya dengan melakukan ragam aktivitas yang bermakna. Misalnya dengan membaca. Di beberapa artikel di web, bahkan disertakan perkiraan waktu yang dibutuhkan untuk membaca. Nah, hal tersebut dapat menjadi panduan, sebelum membaca artikel di web serta disesuaikan dengan waktu yang Anda miliki.
Membaca di waktu sempit juga dapat dilakukan dengan memiliki buku sekali duduk. Biasanya halamannya tipis. Bisa berupa kumpulan cerita pendek, novel singkat, maupun buku self help yang halamannya tak seberapa.
Di waktu yang sempit, Anda dapat melakukan olah nafas, olahraga. Terdapat beberapa konsep olah nafas maupun olahraga yang dilakukan dalam waktu yang tak seberapa. Tentu faedah olah nafas, olahraga telah diketahui, maka mengapa tak menggunakan waktu yang ada untuk melakukannya?
Melakukan di waktu yang sempit untuk olah nafas serta olahraga juga sesungguhnya dapat menjadi pembiasaan. Selain dapat diakumulasikan, bisa juga dengan merasakan perlu waktu yang lebih lapang untuk melakukan olah nafas, olahraga.
Di waktu yang sempit, Anda pun dapat mengalokasikan waktu untuk berkarya. Di waktu yang tak seberapa itu, cobalah buat karya, kreativitas. Bukankah suatu karya dapat dirakit bagiannya secara bagian demi bagian? Pun dengan mencicil berkarya di waktu yang sempit.
Waktu yang sempit pun dapat dimanfaatkan untuk beristirahat. Misalnya ketika sedang bekerja, belajar, dapat diselingi dengan istirahat tertentu, yang nantinya dapat menyegarkan diri, mengembalikan fokus.
Bahkan dalam Teknik Pomodoro, dengan menggunakan sistem ini kita akan membagi pekerjaan menjadi 25 menit per kegiatan dengan bekerja secara fokus terhadap satu tugas, kemudian 5 menit istirahat total, setiap jeda istirahat ini disebut sebagai “pomodoro”. Kemudian setelah melakukan 4 kali pomodoro, kita mengambil istirahat yang lebih lama lagi, yakni sekitar 15 sampai 20 menit. Yang perlu diingat pula dalam teknik tersebut terdapat kata ‘istirahat’, yang secara waktu sebenarnya sempit, namun dapat berdampak besar.