Mengapa Buku Cetak Masih Diminati? 

December 4, 2023
Uncategorized

Arifin

Bersama waktu, ada yang timbul, ada yang tenggelam. Seperti halnya dengan segala hal cetak. Koran, majalah, buku cetak, pada beberapa segi ikut terdampak dengan digitalisasi yang ikut merambah aspek literasi. Koran, majalah, buku versi digital telah menjadi sesuatu yang timbul di masa ini.

Lalu, adakah kiranya koran, majalah, buku cetak, akan tenggelam seluruhnya? Nyatanya, hingga saat ini kesemua medium tersebut masih eksis. Terdapat beberapa alasan mengapa versi cetak masih dinanti.

Seperti diungkap oleh wikipediawan Ivan Lanin yang mungkin sama dirasakan oleh berbagai orang. “Membaca buku cetak melibatkan paling tidak empat indra: mata melihat desain benda bervolume, telinga mendengar dersik halaman dibalik, hidung menghidu aroma khas, dan jemari meraba kesat kertas,” jelas penulis buku Recehan Bahasa: Baku Tak Mesti Kaku tersebut.

“Saya rasa, itu yang menyebabkan hingga kini saya masih lebih suka membaca buku cetak daripada buku digital,” tambah Ivan.

Penyebab lainnya mengapa versi cetak masih dinanti, menurut hemat saya karena terdapat ceruk umur tertentu yang masih menggunakannya. Ada generasi yang tetap bertahan dengan membaca versi cetak tersebut. Tak berarti orang-orang tersebut anti ataupun tak membaca versi digital, melainkan ada sisi kenyamanan, kebiasaan, membaca versi cetak.

Alasan lainnya, versi cetak dapat menjadi koleksi. Di samping itu pada beberapa momen tertentu, hadir versi cetak yang sungguh sayang bila dilewatkan begitu saja. Seperti misalnya majalah Bobo edisi 50 tahun, yang cukup diminati, baik sebagai koleksi, memiliki nilai memori.

Versi cetak juga dapat melibatkan pembacanya untuk turut serta berkegiatan. Seperti misalnya pop-up book. Ada tangan yang dapat berinteraksi, pembaca yang akan lebih memahami konsep perspektif, serta mekanisme gerak di bukunya yang menarik secara visual.

Pop-up book juga dapat menghidupkan cerita. Selain itu pop-up book juga bisa menjadi medium pengenalan literasi bagi anak yang dapat bosan dengan segera. Tampilan visual yang oke, anak yang dapat aktif menggerakkan bagian dari buku, serta cerita yang tepat umur; paduan hal tersebut membuat pop-up book merupakan buku cetak yang layak dikoleksi.

© 2025 Amanz Media Sdn Bhd