Carian
Menilik Aturan Delapan Sequences Di Skenario Film 
December 6, 2023 Arifin

Adakah Anda telah melihat film Jatuh Cinta Seperti di Film-Film? Film karya sutradara Yandy Laurens tersebut menceritakan tentang Bagus (Ringgo Agus Rahman) yang merupakan seorang penulis film adaptasi terkenal. Dia tengah dikejar tenggat untuk merampungkan naskah film perdananya.
Lewat naskahnya itu, Bagus rupanya ingin menuliskan kisahnya yang berisi perasaannya kepada seorang perempuan bernama Hanna (Nirina Zubir), yang merupakan teman sekolahnya semasa SMA.

Menariknya pada Jatuh Cinta Seperti di Film-Film, penonton diperkenalkan dengan delapan sequences yang terdapat pada skenario film. Pembabakan tersebut benderang dimunculkan. Sontak saya teringat pada novel Heartbreak Motel karya Ika Natassa.

Mau tahu sudut pandang mengenai delapan sequences dari novel Ika tersebut? Mari disimak kutipan dari novelnya yang merupakan perbincangan dari Ava dan Raga sebagai berikut (Heartbreak Motel, halaman 383-384):

“Kamu tahu nggak, di skenario film itu ada delapan sequences. Di sequence satu, penonton diperkenalkan karakternya siapa aja, terutama karakter utamanya, kehidupan sehari-harinya gimana. Di ujung sequence satu ada yang namanya inciting incident, satu peristiwa yang mengubah status quo si karakter. Inciting incident itu menghantarkan cerita si karakter ke sequence dua, dia mulai punya doubts, mulai merasa ada yang hilang dari hidupnya, mulai bikin keputusan-keputusan untuk mengalahkan doubts-nya itu. Di sequence tiga, perjalanannya dimulai. Dia berjuang mati-matian untuk bisa meraih yang dia mau. Promise of the premise.”

Raga terus menatapku, mendengarkanku.

“Di sequence empat, dia berhasil. But no. dia pikir dia berhasil. False victory.” Aku tersenyum miris. Menarik napas. “Dia pikir dia udah mendapatkan yang dia mau padahal ada sequence lima, bigger problem. Dia bingung, dia jatuh, dia patah. Sequence enam, dia sampai di rock bottom. Terpuruk. Di sequence tujuh, dia bangkit, revival nama sequence-nya, karena siapa juga yang mau nonton film yang karakternya cuma berakhir di rock bottom, kan? Jadi dia bangkit, dia lakukan final action, dan kita sampai di ending. Sequence delapan, resolution. Si karakter akhirnya mendapatkan apa yang dia mau, atau disadarkan apa yang dia butuhkan dan itu yang dia dapatkan.”

Komen