Monokrom Yang Memeluk 

December 12, 2023
Uncategorized

Arifin

Semenjak kepergian itu, monokrom adalah warnanya

Sedih berlapis-lapis

            Kata-kata penghiburan dari orang lain

            Sejenak bersama orang-orang terdekat, kesedihan terangkat

            Namun, saat sendiri itu, kesedihan mendekat & membebat

Ruang-ruang yang dulu hangat, jadi melompong kosong

Dan segala memori yang terangkat, dimana mata mengedarkan tatapan

            Ditempuh perjalanannya itu,

            Sendiri

            Ke kota yang pernah menautkan kisah mereka, saat berdua

Melancong dengan tatapan kosong

Sudut-sudut kota yang pernah begitu akrab, melekat, bertaut, kini menjadi senyum yang kehilangan genggaman

Ia tersenyum sekilas,

Mengingat selintas momen-momen itu,

Lalu, dipandangnya kini,

Tangannya sendiri

            Ia berkemas dengan kenangan yang tak pernah lepas

            Tak sanggup lagi tinggal di kota yang begitu indah, tapi kini begitu pilu

Berpindah, tak hanya secara geografi

Ia tahu monokrom itu akan memeluknya sewaktu-waktu

Perjalanan kereta, ke kota lainnya

Ia melihat fajar merekah,

Warna yang berbeda dari lingkar matanya yang menghitam

© 2025 Amanz Media Sdn Bhd