Janji Temu Reuni Sahabat Lama
Arifin
Penggunaan transportasi publik semakin diminati. Apa pasal? Jarak, waktu, perhitungan harga, menjadi alasan. Maka belakangan ini, seiring dengan nyamannya serta banyaknya opsi transportasi umum, sejumlah janji temu ikut mempertimbangkan jarak.
Pun begitu dengan janji temu dengan sahabat yang telah lama tak berjumpa. Teramat mungkin opsi tempat yang menjadi pilihan turut mempertimbangkan faktor transportasi publik. Tambahkan lagi bagi yang telah berumur lumayan, ada kelelahan menggunakan transportasi pribadi untuk jarak yang panjang, lama, serta kemungkinan menemui kemacetan.
Temu reuni dengan sahabat lama, apa saja yang dibicarakan? Informasi adalah kunci. Hal tersebut juga berlaku dalam bab temu reuni. Maka salah satu sumber informasi adalah media sosial. Dari media sosial dapat terpantau aktivitas serta apa saja yang dilakukan.
Ternyata media sosial dapat menjadi pasokan informasi, dan sahabat lama Anda bisa jadi mengikuti selintasan atau secara silent. Di samping itu, ada beberapa orang yang memilih tak begitu aktif di media sosialnya. Bukan berarti informasi terkait orang tersebut kosong jadinya, ada saluran kanal lainnya yang dapat dikulik. Misalnya mereka yang masih aktif bertemu ataupun menjalin komunikasi dengan orang tersebut.
Temu reuni dengan sahabat lama, juga memantik kesadaran tentang waktu. Bisa jadi telah sekian lama Anda tak bertemu muka dengan sahabat lama tersebut, namun kok rasanya masih begitu nyambung ketika berbincang. Sejumlah “tembang kenangan”, cerita-cerita dari masa lalu juga seakan segar kembali ketika diceritakan. Betapa sesungguhnya waktu cepat berlalu dan telah lama membentang.
Temu reuni dengan sahabat lama juga memantik tentang kefanaan. Bisa jadi telah ada teman yang berpulang. Kefanaan itu juga dapat dijumpai pada lingkup lingkar persahabatan. Karena hal-hal tertentu, konflik, bisa jadi tali persahabatan tertentu telah putus.
Temu reuni dengan sahabat lama juga dapat menjadi pintu pembuka rezeki. Saling berkolaborasi, bertukar informasi, dan semoga tidak ada yang ‘pinjam dulu seratus’ ya.