Arsitektur Bangunan, Dari Cahaya Alami Hingga Sirkulasi Udara 

December 29, 2023
Uncategorized

Arifin

Arsitektur suatu bangunan tak hanya memiliki aspek artistik, enak dipandang. Namun juga memiliki aspek fungsional. Hal tersebut seperti tertera pada perancangan Casa Batllo di kota Barcelona karya arsitek ternama Antoni Gaudi.

Di bagian tengah Casa Batllo, tempat tangga penghubung antar-lantai, Gaudi membuat atrium atau ruang terbuka agar udara dan cahaya mengalir bebas ke seluruh lantai ruangan. Lalu, warna keramik dindingnya dibuat gradasi dari biru tua di bagian atas, lalu memutih di bagian bawahnya, dimaksudkan untuk mengatur pencahayaan ruang.

Pengaturan pencahayaan di setiap ruangan dengan memaksimalkan pencahayaan natural, bagaimana sirkulasi udara yang nyaman dan mengalir di setiap ruangan.

Mau contoh lainnya aspek fungsional pada arsitektur bangunan? Aspek fungsional juga dapat ditemui pada pintu dan atap Museum Bank Indonesia (dahulu merupakan De Javasche Bank). Seperti pintu ruang direksi setinggi 3 meter. Ternyata dibuat tinggi agar sirkulasi udara mengalir dengan baik. Dengan begitu gedung terasa menyejukkan walaupun berada di kota yang beriklim tropis.

Aspek fungsional lainnya di Museum Bank Indonesia (MuBI) ada pada lobi. Di area tersebut sejak tahun 1935 telah terpasang sumur cahaya yang berperan menjadi penerang alami. Sumur cahaya dipasang di rooftop.

Pada sumur cahaya, yang ditampung cahaya langsung dari matahari. Cahaya matahari ditampung di barisan kaca gelas cembung setebal 1 meter. Tebalnya kaca tersebut juga membuat sinar matahari tak terasa panas.

Dengan demikian, terdapat aspek artistik, secara visual begitu nyeni, enak dipandang, serta aspek fungsional, sebagai penerangan secara alami di lobi MuBI.

Sumber: Museum BI, Kompas

© 2025 Amanz Media Sdn Bhd