Carian
Bagaimana Tunanetra Menikmati Film? 
January 8, 2024 Arifin

Layar film sudah saatnya untuk semua, termasuk bagi penonton berkebutuhan khusus. Apresiasi layak dihaturkan bagi sejumlah event yang turut mengakomodasi penonton kebutuhan khusus, di antaranya Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF) 2023 dimana terdapat bioskop bisik.

Bioskop bisik merupakan kegiatan nonton bersama teman netra (tunanetra) dan relawan. Tujuan dari nonton bareng bersama para tunanetra agar teman netra tetap dapat menikmati film meskipun daya penglihatan mereka terbatas, juga membantu mereka mendalami cerita. 

Konsep bioskop bisik, para relawan mendampingi teman netra menyaksikan film. Mereka akan membisikkan detail visualisasi kepada teman netra ketika sedang tidak ada dialog. Detail visualisasi adegan film tersebut di antaranya melingkupi latar waktu dan tempat, jenis dan warna kostum, penampilan dan ekspresi para tokoh.

Masih terkait teman netra, keberadaan audio description dibutuhkan agar mendapatkan pengalaman menikmati film yang optimal. Namun, audio description lazimnya lebih dapat diakses apabila teman netra menonton di pelantar digital. Untuk di bioskop masih sangat jarang, audio description disertakan.

Teman netra dan tontonan juga mempunyai cerita lainnya. Seperti pada seorang ibu bernama Silvia Grecco bersama putranya Nickollas yang merupakan tunanetra serta mengidap autisme. Keduanya merupakan pendukung klub Palmeiras dan menyaksikan laga di stadion.

Sang ibu Silvia Grecco menjelaskan detail pertandingan kepada anaknya. Pun begitu dengan sejumlah detail lainnya seperti pemain yang mengenakan lengan pendek, warna sepatu bola, warna rambut.

Di sisi lain, teman netra dalam menikmati sepak bola, lebih mendapatkan audio description, di antaranya ketika menyaksikan televisi ataupun mendengarkan via radio. Terdapat komentator sepak bola yang dengan antusias menggambarkan jalannya laga.

Sumber: Kompas, Kumparan

Komen