Carian
Membangun Personal Branding 
January 10, 2024 Arifin

Theodore Roosevelt pernah berkata, “The only man who never makes mistakes is the man who never does anything.” Bagaimana tafsir kalimat tersebut? Tentu setiap orang diperkenankan membuat tafsir terhadap pernyataan Roosevelt tersebut. Bila boleh saya menafsirkan, maka lakukanlah berbagai hal, dari berbagai hal tersebut teramat mungkin ada yang keliru. Poin penekanan dan utamanya yakni melakukan berbagai hal, suatu kata kerja aktif.

Melakukan berbagai hal, merupakan portofolio, branding. Tak sekadar omong-omong, perkataan yang tak terbukti, melainkan telah dilakukan. Lalu, adakah “musim memanen” dari apa yang dilakukan akan segera tiba, ketika melakukan berbagai hal tersebut?

Bisa jadi “musim memanen” akan datang kemudian, diperlukan pengenalan, branding, dan hal tersebut dapat dilakukan dengan terus-menerus, konsisten melakukan sesuatu. Ambil contoh, dengan keterampilan menulis. Yang dapat ditunjukkan melalui sejumlah karya yang ada, baik itu di platform tertentu serta dibagi di media sosial. Suatu waktu bila rezeki, “musim memanen” itu dapat tiba.

Konsisten, serta terus-menerus juga mengasah keterampilan, menguatkan pengalaman. Bukankah manusia belajar dari apa yang terdahulu? Ambil contoh dengan aneka tulisan yang telah dibuat. Seseorang dapat kembali mempublikasi tulisan lamanya ketika tren tertentu muncul. Hal itu misalnya dapat dipantau, seperti misalnya di media sosial X, dari trending topic yang ada. Bila seseorang telah memiliki rentang tulisan yang luas, maka dapat digunakan untuk mempromosikan kembali tulisannya.

Membangun personal branding juga memperlihatkan apa saja yang diri bisa, becus. Mengamplifikasi, menginformasikan apa-apa yang diri bisa kerjakan, terampil. Di samping itu membangun personal branding juga membutuhkan waktu, maka bersabarlah dan telaten untuk mengupayakannya.

Komen