Carian
Mengapa Manusia Perlu Terus Bergerak? 
January 15, 2024 Arifin

Albert Einstein bertutur, “Hidup itu seperti mengendarai sepeda. Untuk menjaga keseimbangan, kamu harus terus bergerak.” Benar kiranya apa yang dikatakan Einstein. Dalam hal ini, saya ingin menggarisbawahi kalimat ‘Untuk menjaga keseimbangan, kamu harus terus bergerak’.

Harus diakui zaman ini bergerak dan terdapat sejumlah perubahan dalam kehidupan. Ambil misal, bila Anda adalah generasi 90-an, cobalah bandingkan sejumlah hal yang ada di masa kini, ataupun sejumlah tembang kenangan yang Anda ingat. Di zaman yang bergerak ini, maka diperlukan kemampuan adaptasi, serta relevansi.

Kemampuan adaptasi serta relevansi ini berarti diri melakukan antisipasi, serta senantiasa belajar. Melakukan antisipasi, mengenai apa kiranya keahlian yang relevan di tahun-tahun mendatang sebagai misal. Di zaman yang bergerak ini, pembelajaran perlu kiranya tetap melekat, karena solusi hari ini belum tentu dapat klop untuk diterapkan esok hari.

‘Untuk menjaga keseimbangan, kamu harus terus bergerak’ – bahkan ketika sedang berada di titik terendah, lakukan sesuatu, bergeraklah. Bergerak dalam artian kias dan nyata. Ketika berada di titik terendah, ketahuilah bila diri bergerak, seperti berolahraga, maka dapat memunculkan hormon endorfin. Hormon tersebut berperan sebagai penghilang rasa sakit alami dan bertanggung jawab atas perasaan senang setelah melakukan aktivitas tertentu. Hormon endorfin juga dapat memberikan energi positif dalam diri seseorang.

Sedangkan bergerak dari segi substansi, yakni melakukan sesuatu. Melakukan sesuatu, mungkin masih belum tepat, perlu diperbaiki, namun perlu dilakukan, dibandingkan hanya berdiam diri saja dan menyesali nasib.

Bergerak untuk melakukan sesuatu ini juga dengan bekal kesadaran, bahwa dalam kehidupan dapat berubah. Ada sisi fana, serta tidak abadi. Seperti halnya ada saat senang, saat susah. Maka semoga habis gelap, terbitlah terang. Terang yang semoga hadir itu diupayakan dengan bergerak.

Komen