Carian
Hidup Yang Tak Bisa Di-Retake, Tapi Bisa Dilanjutkan 
January 16, 2024 Arifin

“Jatuh Cinta Seperti di Film-film” menuai banyak pujian. Salah satu penyebabnya karena dialognya yang bernas. Seperti yang diungkapkan karakter Bagus, “Hidup emang gak bisa di-retake, tapi bisa gue lanjutin.” Quote tersebut merupakan salah satu yang masih terngiang-ngiang, serta mendapatkan porsi aksi di filmnya.

Seperti halnya kehidupan, masa lalu memang dapat membelenggu, namun dapat kiranya untuk menjalani kini serta mempersiapkan masa mendatang. Hidup yang tak bisa di-retake, berarti menerima keadaan yang dialami sekarang serta berusaha berdamai untuk melanjutkan hidup.

Dalam skala sederhana, dapat diambil permisalan, dengan katakanlah hari ini, pada pagi hari ada begitu banyak hal yang meleset dan kurang memuaskan. Namun, dibanding terus menyesali, mengutuk pagi yang terjadi, adakah baiknya untuk melanjutkan mencoba melakukan sesuatu yang baik pada siang, sore, malam.

Bandingkan kiranya bila terus berkutat pada pagi yang kurang mengenakkan, lalu berdampak pada siang, sore, malam yang berujung tak mengenakkan pula. Seseorang dapat untuk mengupayakan memutus siklus, serta berfokus pada apa yang ada di hadapan.

Permisalan lainnya bisa dilakukan pada hal-hal positif yang dapat bersifat akumulasi. Lanjutkan saja segala pembiasaan, kebiasaan baik. Mungkin ada sejumlah kemunduran, kesalahan, namun teruslah melanjutkan mengupayakan kebiasaan baik. dan rasakanlah nanti pada momentum waktu mendatang, telah sejauhmana diri melakukan progres, melangkah.

Seperti perumpamaan, ‘nasi yang telah menjadi bubur’, dibandingkan mencari hulu ‘duh kok malah menjadi bubur’, lebih baik mengupayakan agar menjadi ‘bubur’ yang enak. Bisa ditambahkan dengan topping tertentu dan hal lainnya.

‘Hidup emang gak bisa di-retake, tapi bisa gue lanjutin’, juga dapat membawa diri terhindar dari jebakan ‘seandainya’, ‘jika’. Hidup yang dijalani memang bukanlah multiverse. Maka upayakanlah dari jalur yang dihadapi untuk melanjutkan hidup dengan berupaya serta berdoa seoptimal mungkin.

Komen