Kesetaraan Untuk Lansia Dan Penyandang Disabilitas 

January 17, 2024
Uncategorized

Arifin

Akses terhadap informasi selaiknya turut mempertimbangkan kesetaraan. Maka pada beberapa segmen perlu difasilitasi dengan layanan tertentu. Seperti pada Perpustakaan Nasional (Perpusnas) yang ramah bagi lanjut usia (lansia)/warga emas serta penyandang disabilitas.

Layanan di Perpusnas memiliki berbagai macam koleksi serta teknologi pendamping yang dapat diakses oleh lansia dan penyandang tunanetra, seperti buku Braille, Audiobook dan Digital Talking Book, buku umum, dan koran terbaru.

Layanan di Perpusnas juga menyediakan CCTV Low Vision yang merupakan alat yang digunakan untuk memperbesar huruf pada buku agar dapat terbaca oleh penderita low vision dan pemustaka lansia yang daya lihatnya sudah berkurang.

Layanan Koleksi Lansia dan Disabilitas di Perpusnas juga menyediakan 4 ruang baca khusus dan 7 komputer yang dilengkapi dengan perangkat lunak NVDA khusus bagi pemustaka tunanetra yang ingin mengakses audiobook.

Dengan sejumlah layanan tersebut, maka bagi segmen lansia serta penyandang disabilitas memungkinkan untuk mengakses informasi, pengetahuan yang dibutuhkan mereka.

Kesetaraan serta sesuai segmen, hal tersebut di antaranya ditunjukkan melalui pertunjukan stand up comedy bertajuk “Hari Gini Normal?” pada beberapa waktu lalu. Komika pada stand up tersebut terdapat penyandang disabilitas tunanetra, tunadaksa. Untuk materi lawakannya pun membawa perspektif disabilitas.

Kesetaraan senada diperlihatkan bagi lansia pada kafe yang terletak di bilangan Melawai, Jakarta Selatan. Umaoma Café mempekerjakan para lansia. Kafe ini memberikan kesempatan kerja untuk para lansia yang masih aktif bergerak. Para pekerja lansia itu menyambut pengunjung di depan pintu, menyiapkan pesanan dan membersihkan peralatan kafe. Lantaran mempekerjakan lansia, suasana kafe terasa seperti di rumah nenek serta begitu hangat. 

© 2025 Amanz Media Sdn Bhd