Memeluk Bumi Sekali Lagi 

January 22, 2024
Puisi

Arifin

Telah jauh masa merentang

Ia yang berkelana di semesta

Kini kembali ke bumi

            Didapatinya bumi yang berbeda

            Tempat tinggalnya bersalin rupa

            Ia bak koala kumal yang nelangsa, mengapa begitu banyak debu disini

Diselaminya laut

Ia mencari terumbu-terumbu karang itu

Ikan yang semakin menjauh dan menjauh

Gelombang yang kian tak bersahabat untuk berlayar

            Dikenakannya sayap untuk terbang

            Cerobong dimana-mana

            Terbawa angin sampai jauh

            Polutan

            Hawa panas pohon yang terbakar

Di darat ia menapak

Intrusi air laut

Daratan yang tergerus

Daratan yang menyesak dipadati populasi & mesin kendara

Yang terus memompa luka ke nadi bumi 24/7

            Ingin sunyi,

            Belok ke pantai

            Lari ke hutan

            Ingin bersembunyi,

            Jengkal-jengkal yang masih permai itu

            Tapi, kau tak bisa terus-menerus disana

Selamat datang di bumi yang menuju senja, renta, & lelah

Adakah yang bisa kita perbuat untuk memulihkannya walau sejenak?

Tangan-tangan yang bekerja memeluk bumi sekali lagi

© 2025 Amanz Media Sdn Bhd