Memeluk Bumi Sekali Lagi
Arifin
Telah jauh masa merentang
Ia yang berkelana di semesta
Kini kembali ke bumi
Didapatinya bumi yang berbeda
Tempat tinggalnya bersalin rupa
Ia bak koala kumal yang nelangsa, mengapa begitu banyak debu disini
Diselaminya laut
Ia mencari terumbu-terumbu karang itu
Ikan yang semakin menjauh dan menjauh
Gelombang yang kian tak bersahabat untuk berlayar
Dikenakannya sayap untuk terbang
Cerobong dimana-mana
Terbawa angin sampai jauh
Polutan
Hawa panas pohon yang terbakar
Di darat ia menapak
Intrusi air laut
Daratan yang tergerus
Daratan yang menyesak dipadati populasi & mesin kendara
Yang terus memompa luka ke nadi bumi 24/7
Ingin sunyi,
Belok ke pantai
Lari ke hutan
Ingin bersembunyi,
Jengkal-jengkal yang masih permai itu
Tapi, kau tak bisa terus-menerus disana
Selamat datang di bumi yang menuju senja, renta, & lelah
Adakah yang bisa kita perbuat untuk memulihkannya walau sejenak?
Tangan-tangan yang bekerja memeluk bumi sekali lagi