Carian
Mencicil Pengerjaan Di Waktu Yang Sedikit 
January 22, 2024 Arifin

Berbagai kisah rakyat menuturkan apa yang bisa dilakukan dalam semalam. Membangun candi yang nyaris mencapai 1.000, berupaya membuat telaga dan sebuah perahu. Pembangunan secara cepat juga mendapat tempat di reality show, bagaimana sebuah rumah dibangun hanya dalam hitungan jam.

Dalam pengerjaan segala sesuatu hal semacam itu mungkin masih terpantik di alam bawah sadar. Mengerjakan secara secepat-cepatnya, maraton mengerjakannya, lalu selesai. Namun, mari menelaah hal tersebut. Bisa jadi apa yang dikerjakan memiliki banyak cela. Belum lagi ada kemungkinan dapat berpengaruh kurang baik untuk kesehatan. Adakah Anda pernah mengalami maraton mengerjakan sesuatu secara intens, lalu tak lama kemudian sakit menerpa?

Dalih yang biasanya diajukan terkait dengan waktu. Maka coba telusuri waktu 24 jam yang Anda habiskan, apakah masih ada sejumlah titik yang tercecer, serta sia-sia? Mari “tambal” waktu-waktu tersebut dan coba lakukan dengan hal yang bermanfaat. Bisa kiranya terkait pekerjaan ataupun menambah pengetahuan diri.

Waktu yang terlihat “receh” sesungguhnya dapat “ditambal” dengan kegiatan menambah pengetahuan, seperti misalnya membaca buku. Jurnalis Najwa Shihab menyarankan, “Dicicil saja bacanya. Sehari minimal 20 menit. Lima menit setiap pagi, siang, sore, malam. Kalau disiplin, nanti pelan-pelan akan terbiasa dan jadi kebiasaan.”

Mencicil membaca serta membaginya dalam berbagai termin waktu, apabila mampu dilakoni secara ajek akan berdampak pada kebiasaan positif. Contoh lainnya pun berlaku pada sisi pekerjaan Anda, pada waktu-waktu yang walau terlihat sempit, sedikit, dapat digunakan untuk “keep in touch” dengan pekerjaan. Ambil contoh, bila pekerjaan terkait penulisan, maka dapat mencicil bagiannya. Entah itu berupa poin-poin yang akan diangkat, menulis beberapa paragraf, ataupun berusaha menemukan ide. Alhasil ketika berada di jam kerja, tidak benar-benar memulainya dari 0.

Di samping itu, hal tersebut berfaedah untuk mengisi waktu dengan sesuatu yang produktif. Tentunya tetap harus memperhatikan hak-hak diri maupun orang di sekitar Anda.

Membiasakan untuk tidak menyia-nyiakan waktu, termasuk mengoptimalisasi waktu yang sempit, sesungguhnya jika diakumulasikan akan menjadi luar biasa. Di samping itu, terdapat kebiasaan serta budaya dalam diri untuk telaten menggunakan waktu dengan baik.

Komen