Carian
Kanvas Setengah Terisi 
January 23, 2024 Arifin

Kanvas itu masih kosong

Sejak pagi hingga sore

Melompong

Buntu di pikiran

            Ada apa?

            Aneka cara telah ku tempuh untuk memantik ‘nyala ide’

            Tidur

            Minum kopi

            Makan

            Melihat lukisan-lukisanku sebelumnya

            Berjalan kaki

            Mendengarkan air mengalir

Di hadapan kanvas, sore itu

Krik…krik…krik…

Aku menyerah hari itu

            Di malam, pikiran bertanya-tanya ada apa gerangan

            Mata terjaga hingga dini hari

            Pagi muncul lagi

            Kantuk masih lekat

            Jarum jam yang berdetak

            Warna langit yang berubah

            Kanvas itu masih berkeras untuk diam

Aku tidur cepat malam itu

Keesokannya, aku melancong

Berupaya tak merisaukan tentang hari-hari yang lepas tanpa melukis

Berjalan kaki, mendengarkan dengan saksama, apa saja

Obrolan manusia, obrolan alam

Melihat alam & manusia, melihat saja

Tiba di petang, pulang kembali

            Keesokannya: kuas, cat, kanvas

            Pernahkah kau merasakan ketakutan semacam ini?

            Tak dapat lagi berkarya?

            Diri yang bak cangkang kosong

Takut itu,

Cat dan kuas memulai guratnya di kanvas

Tak perlu sempurna untuk memulai

Adakah karya digerakkan oleh harap & cemas?

Di sisi koin cemas, karya ini dimulai

Bersama waktu yang merangkak, lukisanku mulai mewujud

Tak seperti gayaku yang ku kenal

Tak mengapa

Di sisi koin harap, aku dapat berkata, “Aku masih dapat berkarya”

Komen