Carian
Jom Berpantun 
January 31, 2024 Arifin

Beberapa hari yang lalu saya menonton “Upin & Ipin”. Episodenya terkait pengenalan Jarjit dengan pantunnya. Menariknya tak hanya Jarjit yang berpantun, melainkan segenap karakter lain, seperti Kak Ros, Opah, Tok Dalang.

Awal semula Jarjit jatuh hati pada pantun pun diwartakan. Kala itu ketika bermain bola sendiri, Jarjit tanpa sengaja menemukan buku pantun di antara tumpukan sampah. Baca dan baca, ia pun jatuh suka pada pantun. Tak sekadar membaca dari buku tersebut, dalam berbagai kesempatan, Jarjit pun menjadi pembuat pantun.

Masih dari episode tersebut juga tergambarkan betapa pantun membutuhkan keterampilan berbahasa serta menerka – terutama ketika beradu pantun. Misalnya, saat pantun teka-teki diucapkan, maka perlu diterka jawabannya. Bila sekiranya telah menemukan jawab, maka perlulah kiranya untuk mengemas jawaban dalam bentuk pantun. Menarik bukan?

Dari buku pantun yang ditemukan Jarjit, rupanya terdapat satu pantun teka teki yang belum diketahui jawabannya. Dikarenakan di bagian jawabannya tersobek. Begini bunyi pantunnya:

Budak jalan terjengket-jengket,

Berjalan hingga ke Kuala Lumpur,

Warna putih duduk berderet,

Pagar di dalam dinding di luar.

Pantun teka-teki tersebut, nyatanya berhasil dipecahkan oleh Tok Dalang yang dikenal sebagai raja pantun. Dengan tepat Tok Dalang menjawab pantun teka-teki tersebut yakni “gigi dalam mulut”.

Ada pun semangat berpantun, hendaknya menjadi tradisi yang layak dilanjutkan. Terlebih pantun telah masuk ke dalam Representative List of the Intangible Cultural Heritage (ICH) of Humanity UNESCO atau Daftar Representatif Warisan Budaya Takbenda tentang Kemanusiaan atas usulan Malaysia dan Indonesia

Maka marilah gemar berpantun dalam berbagai kesempatan. Anda dapat menggunakan pantun nasihat, pantun teka teki, pantun jenaka – disesuaikan dengan keperluan. Saling beradu pantun pun dapat digunakan sebagai hiburan di waktu lapang ataupun dalam aktivitas perlombaan.

Komen