Faedah Mengikutsertakan Anak Berlomba Sejak Dini
Arifin
Akhir pekan lalu anak saya mengikuti lomba lari 30 meter untuk jenjang 4-5 tahun. Setelah beberapa bulan mengikuti latihan di klub atletik, ia akhirnya bersedia untuk mengikuti perlombaan tersebut.
Perlombaan atletik sendiri rutin dilakukan untuk berbagai kelompok umur. Lalu apa perlunya anak mengikuti perlombaan? Dari pengalaman personal saya, mengasuh anak di masa pandemi Covid-19 memiliki beberapa tantangan, di antaranya terkait anak yang bersosialisasi. Maka orang tua pada beberapa segi harus mengejar kemampuan anak untuk bersosialisasi. Disinilah salah satu faedah dari mengikuti perlombaan, yakni perihal sosialisasi anak.
Di suasana perlombaan, anak akan menghadapi situasi dimana banyak orang, termasuk dengan teriakan dukungan, dan sebagainya. Anak pun akan bersua dengan anak-anak sebayanya yang menjadi kompetitornya dalam perlombaan.
Lantas apa lagi faedah dari anak mengikuti perlombaan di jenjang umur dini tersebut? Dalam hal ini apresiasi juga layak diberikan pada panitia lomba yang turut mengetahui kompetisi dan psikologi anak. Pada perlombaan atletik yang anak saya ikuti, semua peserta mendapatkan snack, serta yang tak menjadi juara 1-3, mendapatkan medali keikutsertaan.
Perasaan menang-kalah ini perlu dikelola dan dilatih sejak dini. Toh, hal tersebut akan dialami oleh setiap manusia sepanjang hidupnya, bukan? Maka itu pulalah faedah mengikuti perlombaan di jenjang umur tersebut.
Faedah mengikuti perlombaan lainnya, yakni kegembiraan dalam mengikutinya. Bagi orang tua perlu bijak untuk menata harapan perlombaan di jenjang umur dini. Untuk tidak membebani anak dengan harapan menjadi pemenang yang terlampau besar.
Perlombaan di jenjang anak, juga menjadi dapat lebih berarti bagi anak, kala melihat dukungan dari keluarga besarnya. Pada akhir pekan kemarin, saya melihat, betapa banyak suporter dari anak yang berlomba. Seakan mengukuhkan pendapat bahwa “diperlukan satu desa untuk membesarkan seorang anak”.