Carian
Mengapa Bertebaran Konten 1 Menit Di Media Sosial? 
February 1, 2024 Arifin

Media sosial menjadi kanal yang tak sekadar untuk saling bersahabat, bersosialisasi, namun telah berkembang sedemikian rupa sebagai wahana informasi serta inspirasi. Namun, di sisi lain, ada keterbatasan pula, seperti fokus dari warganet yang lazimnya tak dapat dalam rentang panjang. Maka salah satu cara untuk menyiasatinya dengan menginformasikan bahwa konten ini memiliki durasi satu menit.

Untuk membuat konten satu menit yang “daging” serta menarik, tentu perlu diupayakan dan dilatih. Di antaranya tata padu gambar, latar suara, serta tidak terlalu banyak kata-kata pada satu frame. Di samping itu perlu disusun alur penceritaan yang menarik, agar warganet tuntas menyaksikan dalam satu menit. Di bagian awalnya, seperti rumus yang telah umum diketahui, dengan memberikan hook pada 5 detik awal.

Pemberitahuan konten 1 menit juga dapat menjadi “kail” untuk ditonton, karena bagi warganet telah terpetakan ‘oh hanya 1 menit isinya’, sehingga kalaupun tak menarik, tak rugi-rugi amat secara waktu.

Apa yang dapat dilakukan dalam satu menit? Tentu ada banyak celah pengetahuan, informasi, keingintahuan, yang masih perlu ditelusuri setelah satu menit tersebut. Namun, dengan waktu yang terbatas tersebut dapat menjadi pemantik, ataupun menjadi awal semula warganet peduli dengan isu yang diangkat.

Untuk melakukan pengayaan, pendalaman materi lebih jauh, maka dapat ditelusuri melalui tinjauan pustaka, dan sebagainya. Dengan lebih menyelami terkait konten terkait, maka dapat lebih luas, dalam melihat apa sih permasalahannya.

Seseorang dapat mendalami suatu isu, misalnya dengan membaca buku terkait. Dari buku yang dibaca, kerangka makro-mikro dapat lebih terlihat. Hal semacam ini dapat dilakukan oleh orang tua, guru, untuk menyuburkan rasa ingin tahu anak. Yakni memberikan pemantik awal saja, untuk kemudian anak dapat menelusuri informasi secara lebih mendalam. Hal ini juga akan berfaedah bagi ananda nantinya, untuk dapat mandiri dalam belajar, serta memiliki rasa ingin tahu.

Komen