Gelas Yang Tidak Sendiri
Arifin
Di ruang tamu yang membuka langsung ke taman
Perbincangan terjadi
Sisa-sisa hujan masih tampak jejaknya,
Di daun
Di paviliun
Aroma bumi
Minuman hangat diedarkan
Kudapan
Gelas yang diisi
Teko yang senantiasa terjaga
Perbincangan tentang ‘kurang banyak, masih belum cukup’
Ada banyak cabang yang dapat diulas tentang itu
Perihal membagi ilmu
Tentang ketimpangan
Perkara sifat alami manusia
Juga tentang lumbung & kelangkaan
Gelas yang tak terasa kosong,
Ada isinya, dengan proporsinya, tidak meluber
Tahu kapan harus berhenti & mengisi lagi
Gelas yang tidak sendiri, di bumi
Hujan turun lagi
Aku merasa hangat sekali ini
Bukan di suhu, tapi di jiwa