“Kuda Troya” Di Papan Catur
Arifin
Diceritakan ketabahannya meniti langkah, satu demi satu
Pion
Bahaya mengitar dimana-mana
Belum lagi risiko dikorbankan
Pion yang bersabar
Pion yang berkabar
Meritokrasi kemudian
Mobilitas vertikal
Semoga tak lupa daratan
Pada papan catur, lawan yang kau hadapi terlalu tangguh
Dipreteli armadamu satu demi satu
Kau tahu ujungnya sekakmat, namun kau terus melawan dengan sebaik-baiknya
Pada papan catur
Hidup bak hitam/putih
Kau tahu di nyata, warna yang teraduk
Tidak sesederhana itu
Menakar & menilai
Adakah otonomi utuh?
Atau kita hanya pion-pion yang dikirim, digiring mengikuti pendulum si perancang taktik?
Jebakan
Kelengahan
“Kuda Troya” di papan catur
Yang dikorbankan
Kuldesak
Di 64 kotak persegi
Sejenak kau berfokus
Hanya tentang Raja, Menteri, Gajah, Kuda, Benteng, Pion
Rehat, dari badai distraksi di cangkir pikiranmu