Pada permainan catur, para pemainnya saling menggerakkan buah-buah catur secara bergantian. Putih-hitam, serta terdapat waktu tertentu. Maka bergerak secara cermat, serta memperhitungkan waktu diperlukan.

Terdapat istilah permainan catur yakni “zugzwang” atau “compelled to move” atawa “dipaksa untuk bergerak”, adapun penjabarannya: suatu posisi ketika seorang pemain tidak terancam, tetapi hasilnya adalah kerugian baginya pada saat bergerak.

Maka salah satu mitigasi agar tidak berada di keadaan “zugzwang” yakni dengan menempatkan bidak-bidak di tengah. Logikanya, dari tengah, buah-buah catur itu dapat menyerang lawan di segala arah dalam waktu singkat; dari pinggir, tindakan akan sangat terbatas, dan lebih sulit mnecapai tujuan di tepi yang lain.

Dalam konteks lainnya, diksi “dipaksa untuk bergerak”, juga dapat dilakukan perihal olahraga serta mencegah sedentary lifestyle. Seberapa malas Anda melangkah dapat menyebabkan aneka penyakit bersarang. Lantas apa sajakah imbas negatif dari malas bergerak? Orang yang lama tak beraktivitas fisik sangat berisiko mengidap obesitas, penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan macam-macam kanker.

“Dipaksa untuk bergerak” dapat dilakukan misalnya dengan functional training yang disesuaikan dengan gerak tubuh dengan alat olahraga yang simpel. Gerakannya sederhana dengan penyesuaian terhadap gerak tubuh sehari-hari seperti berjalan, menggendong anak, menenteng kantong belanja, naik-turun tangga, dan sebagainya. Tujuannya adalah meningkatkan fleksibilitas, kekuatan, dan stabilitas tubuh.

Diksi “dipaksa untuk bergerak”, dalam konteks lain juga dapat dilakukan demi mencari ide. Dikenal istilah provocative actions, yakni melakukan aksi-aksi fisik. Contohnya, mengubah lingkungan kita. Misalnya, memindahkan posisi kursi; bisa pula dengan berpindah lokasi kerja. Coba ganti suasana, misalnya kerja di taman, kafe. Contoh lainnya dari provocative actions, yakni bila biasa kerjanya duduk, dapat coba sambil berdiri. Sejumlah aksi-aksi fisik semacam itu dapat memicu ide-ide baru.