Kanker merupakan penyakit yang disebabkan oleh ketidakteraturan perjalanan hormon yang mengakibatkan tumbuhnya daging pada jaringan tubuh yang normal; tumor ganas. Skrining awal dapat meningkatkan angka kesembuhan serta mengontrol efek samping dari pengobatan kanker.

Berbagai tipe  kanker dapat dilakukan screening. Selain melakukan perbaikan pola hidup, seseorang juga dapat melakukan screening awal. Dengan begitu, terapi lebih bagus, lebih baik, dan juga efek samping pembedahan, serta angka kesembuhan dan angka terkontrolnya akan lebih bagus.
Terdapat sejumlah tipe kanker yang secara kuantitatif banyak jumlahnya yakni
kanker payudara, kanker serviks, kanker paru-paru, kanker usus.

Untuk skrining kanker payudara, seseorang dapat melakukan secara mandiri. Untuk
langkah-langkahnya, antara lain dengan memperhatikan benjolan pada payudara atau mengecek apabila ada cairan yang keluar dari puting.

Pemeriksaan payudara juga bisa dilakukan menggunakan mamografi. Mamografi pada kasus payudara itu pada usia 35 tahun, atau lebih rendah lagi misalnya 30 tahun kalau misalnya berisiko tinggi.

Kemudian, untuk skrining kanker leher rahim perlu dilakukan pap smear bagi orang yang sudah menikah, melakukan hubungan seksual, atau memiliki risiko tinggi, misalnya pada usia 20 tahun. Atau dengan IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat).

Untuk skrining kanker paru bagi yang berisiko, semisal perokok, dapat dilakukan dengan CT Scan dengan dosis rendah.

Adapun pada kanker usus, bisa dilakukan dengan cara mengecek tinja atau feses, seperti melihat bentuknya, konsistensi buang air besar, frekuensi, bahkan memperhatikan apabila ada penurunan berat badan.

Sumber: Antara