Arifin Diterbitkan 12 February 2024

Di Persimpangan 

Di tiap persimpangan, harap & takut teraduk menjadi satu

Mana aroma & rasa yang lebih kuat?

            Tiap kita bisa mengupayakannya

            Tiap kita berdaya memilihnya

            Paling tidak, sejak dari kepala

Meniupkan kata

Menitipkan doa

Lagi, lagi, lagi, lagi

Terus, terus, terus, terus

Adakah berarti akan 100% harap atau 100% takut?

Lazimnya, ada kecenderungan tertentu

            Bagaimana jika, setelah persimpangan itu, ke arah yang tak kita sukai?

            Mungkin itu persepsi

            Mungkin itu hikmah yang akan ditemui kemudian

            Bersama gerutu,

            Tangis,

            Amarah,

            Nelangsa,

            Sikap mempertanyakan

Bagaimana jika, setelah persimpangan itu, ke arah yang kita sukai?

Nyatanya takut & harap masih melekat, bak bayangan yang setia mendampingi

            Setelah persimpangan, diri beradaptasi

            Berada di keseimbangan baru

Harap & takut yang baru menebarkan tunasnya