Arifin Diterbitkan 22 February 2024

Menghargai Dan Menikmati Proses 

Perancang busana, pengusaha, yang juga motivator Didiet Maulana bertutur, “Sehabat apa pun usaha kita, dan sehebat apa pun bakat kita, segala sesuatunya tetap saja memerlukan waktu. Jadi, hal terbaik yang bisa kita lakukan adalah dengan menghargai setiap prosesnya.”

Kalimat bernas tersebut memantik untuk menghargai dan menikmati proses. Apa pasal seseorang terkadang abai terhadap proses, serta ingin jalan pintas, jalan cepat? Bisa jadi, karena secara opportunity cost, kecenderungan manusia, ingin untuk lebih cepat sukses. Cobalah simak di kolom pencarian, judul, ataupun tayangan di YouTube. Sejumlah clickbait, menyertakan cara cepat, cara mudah, untuk meraih sesuatu.

Menghargai dan menikmati proses, memang perlu dilatih dan diupayakan. Hal tersebut dapat diingatkan, misalnya, dari makanan yang terhidang di meja makan ataupun produk kreativitas yang ada di rumah. Cobalah telusuri jalur makanan yang ada. Cobalah telusuri dari hulu produk kreativitas itu. Ternyata ada rantai yang panjang, hingga sampai di kita guna dinikmati, dimanfaatkan. Terdapat proses disana.

Visualisasi dan kesan mendalam untuk menghargai proses juga dapat dilakukan melalui kunjungan. Ketika ke desa misalnya, dengan pergi ke sawah, berbicara dengan petaninya, betapa untuk sampai ke memanen hasil padi, membutuhkan proses yang tak mudah.

Menghargai dan menikmati proses pun dapat dilakukan dari rumah saja. Cukup dengan berbekal kuota. Contohnya dengan sejumlah ‘how to draw’, ditunjukkan langkah-langkah, proses, menghasilkan suatu gambar.

Dengan membiasakan melihat proses, maka ada pemahaman pula, bahwa ada orang-orang yang ikut berperan dalam proses itu. Kiranya dengan begitu, diri pun dapat lebih rendah hati, tidak sombong, serta sabar dalam berproses. Diri yang berada di posisi saat ini, kondisi saat ini, cobalah telusuri, ada begitu banyak orang yang berperan di dalamnya. Menghargai dan menikmati proses juga dapat dilakukan dengan sejumlah kegiatan yang cenderung “melambatkan diri”, bisa dengan merajut, menggambar, bermain puzzle, dan sebagainya. Ada proses meniti, secara langkah demi langkah.