Carian
Agar Konsisten Berkarya 
February 27, 2024 Arifin

Manusia kerap melakukan tindakan berulang. Di samping itu terdapat prediksi, antisipasi. Ingat dengan kisah Nabi Yusuf yang mampu menakwilkan mimpi? Bagaimana dilakukan langkah antisipasi ketika nantinya akan terjadi musim paceklik.

Dari kisah Nabi Yusuf, memuat perencanaan, langkah kerja, prediksi, antisipasi. Poin-poin utama dari kisah tersebut dapat diterapkan dalam berbagai langgam. Contohnya, terkait berkarya secara konsisten. Bila ingin konsisten berkarya, maka lakukan perencanaan terlebih dahulu. Perencanaan dapat terkait dengan tujuan berkarya, effort untuk berkarya, serta kapan mengerjakan karya tersebut, beserta tenggatnya.

Dalam sebulan, katakanlah berapa banyak yang ingin dibuat, lalu dapat dipecah lagi menjadi bilangan lebih kecil yakni per minggu. Seseorang dapat juga mengalokasikan waktu, untuk membuat suatu konten, ada tenggat tertentu.

Hal yang dapat membuat tercecer dalam memproduksi karya, yakni kurangnya perencanaan. Maka bisa jadi di awal-awal begitu semangat dalam memproduksi konten, lalu lama kelamaan surut karena kelelahan, “kehabisan ide”. Maka lakukan perencanaan semenjak awal semula. Perencanaan merupakan upaya untuk menuju keberhasilan serta mitigasi kegagalan.

Pada perencanaan dapat dipetakan apa saja yang ingin dibuat. Contohnya, dalam sebulan terdapat hari-hari besar/hari perayaan, ataupun hari-hari peringatan tertentu. Maka dengan mengetahui kapan saja itu, seseorang dapat membuat konten terkait, dengan kekhasannya sendiri. Riset pun dapat lebih matang karena bisa jauhari, tidak ujug-ujug.

Perencanaan juga dapat memuat prediksi serta antisipasi. Ambil contoh antisipasi, ada masa-masa tertentu dimana terdapat libur panjang – contohnya libur Lebaran. Maka perlu dipikirkan bagaimana mengisi konten di waktu tersebut. Bisa dengan mencicil pengerjaannya di waktu luang, ataupun memilah memilih mau konten apa yang nantinya disajikan di masa libur panjang tersebut.

Dengan perencanaan pula, maka ada baiknya memiliki lumbung, surplus karya. Dikarenakan hal itu memungkinkan dikeluarkan bila ada kejadian tertentu yang membuat seseorang tak berkarya, misalnya sakit.

Tips agar konsisten berkarya berikutnya, yakni mengerjakannya. Tak sekadar pada perencanaan yang baik, mengerjakan juga memiliki dinamika tersendiri. Ketika terjun dalam pengerjaan, kadang tak sesuai rencana awal. Tak mengapa, disitulah dibutuhkan adaptasi, serta sebagai bahan evaluasi.

Dengan langkah kerja yang dilakukan juga dapat menakar, tipe-tipe konten yang dibuat, kerumitannya dimana, berapa lama waktu yang dihabiskan, dan sebagainya. Mengerjakan, ibarat menyitir perkataan penyair WS Rendra, “Perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata.”

Dalam konsistensi berkarya, setelah perencanaan, dikerjakan, dilakukan pula evaluasi. Amati mana konten yang berhasil, mana yang kurang. Dengan mengulang siklus perencanaan, pengerjaan, evaluasi, maka seseorang sesungguhnya sedang berada di jalur yang tepat untuk konsisten berkarya.

Komen