Carian
Memantau Warna Urine Untuk Tahu Potensi Masalah Kesehatan
March 19, 2024 Arifin

Memantau warna urine bisa memberikan wawasan perihal tingkat hidrasi dan potensi masalah kesehatan. Warna urine “sehat” atau “normal” bisa bervariasi berdasarkan faktor termasuk hidrasi, pola makan dan obat-obatan tertentu.

Berdasarkan American Chemical Society, warna urine terutama dipengaruhi oleh adanya pigmen yang disebut urokrom (alias urobilin) yang merupakan produk sampingan dari pemecahan hemoglobin dari sel darah merah tua.

Alasan paling umum mengapa urine kita berubah warna adalah karena tingkat hidrasi. Ketika seseorang cukup terhidrasi, urine cenderung berwarna kuning pucat karena lebih encer. Saat Anda dehidrasi, warna urine bisa menjadi lebih gelap, yang menunjukkan bahwa urine lebih pekat dengan produk limbah.

Adapun beberapa kondisi yang menyebabkan urine berwarna adalah dari makanan berwarna seperti buah bit atau sayur yang dapat membuat urine berwarna kehijauan. Selain itu suplemen B dosis tinggi juga dapat membuat urine berwarna kuning cerah dan suplemen herbal membuat urine menjadi berwarna kecokelatan atau merah.

Pada kondisi medis, penggunaan obat-obatan dan infeksi saluran kemih dapat menyebabkan urine tampak keruh, gelap, atau bahkan berdarah karena adanya bakteri, sel darah putih, atau sel darah merah di dalamnya. Masalah hati atau ginjal juga dapat memicu perubahan warna urine.

Bila Anda memperhatikan bahwa urine Anda lebih gelap daripada warna kuning pucat yang ideal, disarankan untuk menerapkan penyesuaian gaya hidup dengan minum banyak air. Tetap terhidrasi merupakan kunci untuk memastikan warna urine Anda tetap sehat.

Penting pula untuk mengonsumsi kafein dan alkohol dalam jumlah sedang. Alkohol dan kafein sama-sama dapat bertindak sebagai diuretik, yang menyebabkan lebih sering buang air kecil.

Menjaga kebersihan, termasuk mandi secara teratur dan perawatan alat kelamin, bisa membantu mencegah infeksi saluran kemih dan kondisi lain yang dapat memengaruhi warna dan bau urine, terkait kebersihan.

Bila warna kencing terus-menerus menyimpang dari warna kuning pucat biasanya tanpa penyebab yang jelas, konsultasikan dengan dokter perawatan primer untuk menyingkirkan masalah kesehatan yang mendasarinya, dan untuk mengetahui apakah mungkin memerlukan rujukan ke ahli urologi.

Hal ini sangat penting terutama bila seseorang memiliki riwayat pribadi atau keluarga yang menderita penyakit ginjal, gangguan hati, atau ISK.

Sumber: Eating Well, Antara

Komen