Arifin Diterbitkan 1 April 2024

Berbagi Cerita Pada Anak

Selepas mengikuti sharing session “Menulis Fabel Mudah dan Menarik” yang dihelat Klub Dongeng, timbul asa di diri saya untuk membuat fabel untuk anak sendiri. Di samping itu ada “ketukan” bahwa dunia anak membutuhkan bahan-bahan bacaan yang baik, bermanfaat bagi mereka.

Ketika sedang bermain dengan anak, terbitlah ide mengenai suatu cerita. Perihal seorang raksasa yang sesungguhnya baik hati dan hanya ingin berteman dengan manusia. Sekadar informasi, jenis ide cerita tersebut, bukanlah fabel seperti asa yang saya harapkan, tapi tak mengapa toh masih beririsan dengan cerita anak.

Premis utama tersebut, lalu saya iseng-iseng coba menceritakannya kepada anak. Ternyata anak saya menyimak, dan saya pun merasa “tertantang” untuk merampungkan cerita tersebut. Bercerita on the spot, sembari memikirkan alur-logika ceritanya kemudian.

Premis utama itu kemudian dilengkapi berbagai seginya seiring saya bercerita kepada anak, di antaranya si raksasa yang bertemu dengan anak buta, si anak buta inilah yang mau bersahabat dengan raksasa karena tak ngeri dengan tampilan raksasa. Pun begitu alur, logika, ternyata berhasil saya rampungkan seiring sejalan, antara bercerita, dengan membuat ceritanya.

Impresi yang didapatkan yakni memulai saja, mencobanya pada anak langsung. Dengan mencoba cerita pada anak, didapatkan reaksi, kemungkinan plot hole, logika anak yang dipertimbangkan, diksi yang sesuai, dan sebagainya. Mungkin akan lain ceritanya, bila premis utama tersebut, tidak langsung diceritakan pada anak, melainkan coba disusun sendiri, dengan pemikiran orang yang telah mengecap puluhan tahun hidup. Bisa jadi akan lupa dengan target utama cerita, yakni anak.

Pada akhir pekan kemarin, saya dan istri mendampingi anak yang mengikuti lomba mewarnai. Di event tersebut terdapat sharing session dari pendongeng. Karina sang pendongeng menyarankan, agar orang tua membiasakan bercerita kepada anak. Adakah ceritanya harus dongeng saja? Ternyata dapat cerita apa saja, seperti sesimpel menceritakan pengalaman berbelanja di pasar, dan menemui harga cabai yang mahal.

Faedah bercerita dalam relasi anak-orang tua telah banyak diketahui, seperti kemampuan berbahasa, membina bonding, dan sebagainya. Sesungguhnya perihal bercerita, baik anak maupun orang tua sama-sama membutuhkannya.

Ayah-bunda, mari bercerita pada anak. Bisa dengan membuat cerita, membacakan cerita dari buku, atau sekadar sesederhana bercerita pengalaman yang dialami hari ini.