Arifin Diterbitkan 2 April 2024

Penulis Yang Membaca Tulisan Siapa Pun 

Penulis Marga T bertutur, “Masyarakat berhak memilih bacaan yang disukainya, tapi penulis tidak. Ia harus membaca tulisan siapa pun.” Bagaimana menurut Anda mengenai pernyataan dari Marga T tersebut?

Sementara itu pakar bahasa Ivan Lanin membuat jembatan keledai “amoba” (amatan, obrolan, dan bacaan) untuk mengingat “bahan bakar” bagi segala jenis tulisan. Ivan memberikan contoh seperti mengarang cerita pendek sebagai berikut:

Ketika mengarang cerita pendek, seorang cerpenis bertolak dari pengalamannya. Pengalaman itu mungkin diperolehnya dari peristiwa yang dialaminya sendiri, cerita hasil obrolan dengan orang lain, atau tulisan yang pernah dibaca. Dari pengalaman itu, dia akan mengembangkan imajinasi untuk menjalin cerita yang menarik. Dia pun akan memikirkan nilai-nilai yang akan dititipkan dalam cerita. Dia mengamati, mengobrol, dan membaca untuk mengumpulkan bahan tulisan.

Bagaimana dengan Anda, apakah setuju dengan pendapat Marga T dan Ivan Lanin di atas? Kalau saya sependapat. Dari pengalaman saya, memang benar kiranya menjadi penulis ‘harus membaca tulisan siapa pun’. Salah satu alasannya, dengan begitu maka dapat melakukan amatan serta bacaan.

Penulis perlu untuk memiliki daya serap yang baik terhadap apa pun. Maka salah satu caranya dengan menampungnya. Saya personal, dimana-mana membaca, bahkan dari hal yang sesederhana seperti tulisan di belakang truk, selebaran yang diberikan oleh orang, dan sebagainya. Membaca perihal, serta membiasakan membaca yang beragam, merupakan cara untuk memantik, menghadirkan ide.

‘Harus membaca tulisan siapa pun’, juga memungkinkan penulis untuk lebih mengerti, memahami sudut pandang orang lain. “Belanja sudut pandang” ini bisa dilakukan misalnya dengan membaca berbagai komentar di media sosial.

‘Membaca tulisan siapa pun’ juga membantu ketika menulis. Dikarenakan ada pertimbangan, mengenai tulisan ini untuk siapa, diksi yang digunakan, dan sebagainya. Dengan bekal memiliki pengalaman ‘membaca tulisan siapa pun’, maka memungkinkan seorang penulis untuk mengetahui macam-macam manusia.