Carian
Kebermanfaatan Dan Renungan Kematian 
April 5, 2024 Arifin

Ramadan serta Hari Raya Lebaran memiliki banyak segi serta aktivitas. Salah satunya adalah berziarah ke kuburan, yang menjadi kelaziman serta budaya. Pada Ramadan tahun ini bisa jadi, sosok yang kita kenal telah tak bisa lagi merasakan bulan puasa karena berpulang. Pada Hari Raya nanti, ada permenungan, akankah Ramadan mendatang dapat diri rasakan?

Saat Ramadan ataupun berkumpul di Hari Raya juga dapat menjadi momentum, serta memantik ingatan tentang orang-orang terdekat yang telah berpulang. Bagaimana tingkah polah mereka, bagaimana kebaikan yang mereka lakukan. Hal ini dapat menjadi renungan pula bagi yang masih hidup, akan dikenang sebagai apa ketika nanti telah berpulang.

Mengenang memang bagian dari mereka yang hidup. Mengenang hal tertentu dari mereka yang telah meninggal.

Nukilan dari kisah “Attack on Titan” pun dapat digunakan pada konteks ini. Ketika Erwin bersama pasukannya melakukan operasi terakhirnya. Sejumlah muatan filosofis serta dialognya layak menjadi renungan, seperti ‘Apa ada artinya kita dilahirkan?’, ‘Yang hidup akan memberikan makna’.

Hal senada juga menurut hemat saya didapatkan pada puisi “Krawang-Bekasi” karya Chairil Anwar:

Kenang, kenanglah kami

Kami sudah coba apa yang kami bisa

Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata

Kaulah sekarang yang berkata

Kenang, kenanglah kami

yang tinggal tulang-tulang diliputi debu

Kita memang tak tahu ketika meninggal nanti akan dikenang seperti apa. Namun, mari mengupayakan sebisa mungkin untuk menghadirkan kebermanfaatan, menggunakan kebisaan, kebecusan diri untuk menghadirkan manfaat bagi orang lain serta lingkungan.

Komen