Hari Kematian Penyair
Arifin
Di perjamuan,
kata-kata diedarkan
Senyum yang bertukar
Renung yang menguar
Festival para penyair
Rindu betul kita pada kata
Para pengolah aksara yang menjadikannya daya
Diksi unik
Memantik
Menarik
Atau dari kata-kata sederhana, yang biasa terujar sehari-hari, diikat, ditenun, dibingkai jadi komposisi menggedor
Di hari kematian penyair,
puisi-puisi dibacakan
Kita mengingat-ingat puisi yang membetot
Punya daya magnet di diri
Bertaut dengan jiwa kita
Masih mencoba menerka, ini puisi bicara apa
Berpuisilah sehari-hari
Seperti minum kopi
Seperti minum teh
Seperti minum air
Puisi adalah sebuah kebutuhan
Menangkap puisi di udara
Dan denyarnya yang menyala, lembut seperti cahaya kunang-kunang
atau membara seperti api yang melahap sebuah kota