Carian
Merayakan Hari Ibu Pada Kisah “Upin & Ipin”
May 8, 2024 Arifin

Peringatan Hari Ibu dapat berbeda di sejumlah negara. Pada negara  Malaysia, Singapura, Jepang, Belanda, dan Jerman, terdapat waktu yang sama dalam merayakan Hari Ibu, yakni diperingati tiap hari Minggu di pekan kedua bulan Mei.

Semangat perayaan ini telah dipantik, di antaranya melalui akun Instagram Upin & Ipin. Apa saja yang dapat dilakukan di Hari Ibu? Bisa dengan pergi makan-makan bersama keluarga, serta sejumlah tindak apresiasi kepada ibu.

Hari Ibu merupakan momentum untuk mengenang jasa ibu. Ibulah yang melahirkan dan menjaga kita sampai besar. Pada potongan serial “Upin & Ipin” di media sosialnya, diutarakan pula mengenai hubungan anak dan ibu. Di antaranya mengenai kemarahan ibu. Terdapat testimoni dari Fizi, Jarjit (tentu saja dengan menggunakan pantun), serta Mei Mei. Dititipkan pesan melalui serial anak tersebut bahwa sesungguhnya kemarahan ibu disebabkan rasa sayangnya.

Masih terkait Hari Ibu, kisah legenda dapat menjadi cerita yang mengingatkan serta inspiratif. Rupanya kisah legenda terkait ibu memiliki benang merah kesamaan. Simaklah “Si Tanggang” dari Malaysia, “Malin Kundang” dari Indonesia, “Nakhoda Manis” dari Brunei Darussalam.

Benang merah dari ketiga cerita legenda tersebut identik yakni anak yang durhaka kepada ibunya. Menariknya baik di Malaysia, Indonesia, Brunei, terdapat “bukti” tempat asal usul cerita legenda tersebut.

Seperti dilansir Brilio, wujud batu berbentuk manusia yang konon merupakan Malin Kundang yang dikutuk ibunya, terdapat di Pantai Air Manis, Padang, Sumatra Barat. Sedangkan di Malaysia, batu yang disebut Si Tanggang terdapat di sebuah gua di Batu Caves, Selangor. Ada pun di Brunei, sosok batu kutukan Nakhoda Manis terdapat di tepi laut Jong Batu.

Sementara itu, kemiripan kisah “Si Tanggang” dengan “Malin Kundang” dapat dilacak pada serial “Upin & Ipin” di episode “Jembatan Ilmu”. Susanti yang berasal dari Jakarta, Indonesia mengerjakan tugas serta menceritakan buku cerita rakyatnya yakni “Malin Kundang”. Saat diceritakan, Upin & Ipin sadar betapa serupanya kisah “Malin Kundang” dengan “Si Tanggang”.

Komen