Imajinasi Dalam Tempurung?
Arifin
Hari-hari ini masihkah kau berimajinasi?
Tinggi, setinggi-tingginya
Realistis
Berhitung
Ada dalam kamus di saku kepala kini
Seberapa sering kau melihat langit yang meninggi
Mengamati burung yang terbang
atau menyelam ke kedalaman
Pandangan-pandangan yang terbatas
Lalu, masing-masing kita merajut tempurungnya
Tak terlihat kasat mata memang
Namun, merantai di sayap-sayap imajinasi
Di persimpangan jalan, bertemu dengan diri dari masa lalu, masa kecil, masa ketika mimpi-mimpi masih bermekaran
Beberapa mimpi memang boleh kandas, karam
Tapi, apakah hidup dapat memiliki nyalanya, bila tanpa imajinasi-mimpi?
Kita melipat dan membuat lagi,
perahu kertas
yang berlayar
pesawat kertas
yang terbang
Bermain lagi di taman kehidupan
Biar imajinasi merekah serta nyalanya gelora