Saat Udara Buruk, Apa Saja Yang Bisa Dilakukan? 

June 20, 2024
Kesihatan

Arifin

Laman IQAir, kerap menjadi rujukan perihal kualitas udara di suatu daerah. Apa jadinya bila kota yang Anda tinggali  tercatat tidak sehat bagi kelompok sensitif? Ketika tingkat konsentrasi polutan lebih tinggi dari nilai panduan kualitas udara tahunan Badan Kesehatan Dunia (WHO), apa saja yang dapat dilakukan?

Perlu kiranya untuk tidak abai menjaga diri saat kualitas udara memburuk. Kualitas udara buruk dapat berdampak secara jangka pendek dan jangka panjang. Dalam jangka pendek, paru-paru berpotensi terkena serangan asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) eksaserbasi akut, infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), pneumonia dan alergi.

Sedangkan untuk jangka panjangnya, meningkatkan potensi terkena kanker paru maupun jantung. Apalagi bagi orang yang merupakan perokok aktif atau pasif, maka akan memperparah kondisi kesehatannya.

Sebagai bentuk proteksi diri, disarankan untuk tetap mengenakan masker jenis KN 95 atau KF 94 untuk menghalangi PM 2.5 dan menghindari menjadi perokok aktif maupun pasif.

Perhatikan pula imunitas agar tetap terjaga lewat fisik dan mental yang sehat melalui pola hidup bersih dan sehat.

Guna mencegah ISPA dan pneumonia, menjaga pola hidup tetap bersih dapat dilakukan dengan memakai masker, mencuci tangan atau menggunakan penyanitasi tangan, dan menjaga jarak di kerumunan.
Tips lainnya dengan menggunakan air purifier atau hepa filter serta menghindari aktivitas di luar ruangan jika kondisi polusi udara kurang baik.

Bagi kelompok rentan seperti anak dan lanjut usia (lansia), dapat mengenakan masker di luar ruangan, mengikuti vaksinasi influenza dan melengkapi vaksin COVID-19 agar tidak memberatkan gejala yang telah ada.

Sumber: Antara

© 2025 Amanz Media Sdn Bhd